Three Reasons Why?[ON HOLD]

Three Reasons Why?[ON HOLD]

  • WpView
    LECTURAS 26
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, nov 23, 2018
STATUS: [COMING BUT NOT SOON] _______ " Ya. Aku suka kau, puas?! " Kenyataan itu membuatkan seorang Razif Hariz tercengang " Three reasons? " " First, aku tak tahu. Second, aku tak tahu. Third, aku tak tahu. " " If, I'm rejecting you? " " I try to hate you "Khayra terus mengemas barang-barang nya dan berlalu pergi. Razif perlahan-lahan terduduk Itu adalah jawapan yang tepat. Cinta tak perlukan sebarang sebab >>>>>>> " Meet your new classmate, Khayra Aulia " dan sekali lagi. Kenyataan itu buat seorang Razif Hariz tercengang " Three reasons why? " Soalnya pada Khayra " First, I don't know. Second, I don't know. Third, I don't know "balas Khayra. Sama seperti dulu, dia mengemaskan barang-barangnya dan ingin berlalu pergi namun kali ini, Razif menahannya " I Love You,... too " Khayra senyum mengejek " It's too late. My heart is break "dan seorang Khayra meninggalkan Razif >>>>>>>> " Sir, this is your new PA. Khayra Aulia " Kalau tadinya Razif fokus dengan komputer, kini fokusnya pada Khayra. Seorang Khayra Aulia yang dinanti-nantikan " As always, three reasons why? " " First, I don't want to lost you again. Second, I don't want to lost you again. Third, I don't want to lost you again" Razif memandang Khayra. Mata mereka bertentangan " Since your answear is different. So,... It's gonna different reaction from me " Khayra tersenyum kelat " I know you deserve to be happy, with somebody else "Khayra ingin bangun namun pantas Razif memegang lengannya yang berlapik " Will you marry me, Khayra Aulia? " ||||||||||||||| " As always, give me three reasons why you do that, Khayra Aulia?! " " First, you break my heart. Second, you make I speechless. Third, you're purposing me. And I wanna add one more reasons. Fourth, you are hurting me deepest inside. Eii, lepaskan je lah I" " If you say so, Khayra Aulia binti Khuwailid. Aku... " •••••••••••••••••••• ❎Don't copy any of my idea By hand, @anglznurain Cover
Todos los derechos reservados
#11
classmate
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Heirs's Destiny ✔
  • LAYAK KE AKU [C]
  • Perasaan Yang Terlarang | E-BOOK
  • MY CRAZY WIFE ! (SLOW UPDATE)
  • MAWAR ARLYA [HIATUS]
  • [C] Putera Kayangan
  • HARRIS ZAYDER
  • Aku ENCIK KINGKA punya! [in -editing]
  • GOLDLITE : Love Story ✔
  • PAIN KILLER [C]

5 tahun sudah berlalu.. Aylie dan Arrian masing-masing dengan laluan sendiri. Seorang di Malaysia, seorang di Sweden. Kalau di luaran, mereka seperti biasa. Tapi siapa tahu di hati, mereka sangat merindui satu sama lain. Namun, kedua-duanya ego. Kata-kata yang telah dimeterai sebelum mereka berpisah menjadi pegangan. "Our family come first." Cinta diketepikan, keluarga diutamakan. Demi maruah HarSha, mereka sanggup mengorbankan rasa cinta demi keluarga. "Our feelings is not important." •••••• Kini, 5 tahun sudah berlalu. Saat mereka bersua buat pertama kali, masing-masing jelas terkedu. "Kau tengok aku kenapa?" "Siapa tengok kau? Kau ingat kau handsome sangat?" "Amboi, mulut kau makin teruk eh sejak aku pergi Sweden." "Makin teruk? Mana kau tau mulut aku makin teruk?" Arrian berjalan mendekati Aylie membuatkan Aylie makin ke belakang sehingga badannya tersandar pada dinding. Arrian mengepung Aylie. Kedua-dua tangannya diletakkan di tepi kepala Aylie. Mata biru milik seorang Natasha dan mata kelabu milik seorang Harris saling bertentang. "I miss you so much, Tengku Aylie Natasha." Keluar luahan rindu dari bibir seorang Tengku Arrian Harris. Mukanya ditundukkan. Aylie terdiam. "I miss you too." Kata-kata itu hanya mampu dibalas di hatinya. "Please let your feelings go, Arrian. Aku tak nak kita terus menderita dalam keadaan ini. Kau dah janji dengan aku untuk lupakan semua ni untuk keluarga kita." "But I can't." Aylie memandangnya. Tangan Arrian dicapainya. Cincin di jari Arrian dipandang dan diusap. Arrian memandang perbuatan Aylie. "Me too as well. But we have to try." "Kalau tak boleh juga?" "I know you can." "But you can't!" •••••• Bagaimanakah perjalanan mereka dalam menempuh segala dugaan untuk mengecapi kebahagiaan? Atau adakah mereka tidak akan ditakdirkan untuk bersama? All in The Heirs's Destiny. "We didn't know our destiny."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido