TSUMETAI HITO

TSUMETAI HITO

  • WpView
    LETTURE 213
  • WpVote
    Voti 29
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mar, apr 21, 2020
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Bukan hanya kedinginannya yang membuatku jatuh cinta. Tapi keimanannya. Ia sosok yang pandai menata bahasa. Namun kadang berubah menjadi dingin seketika. Pandai menempatkan sesuatu sesuai posisinya. Membuatku berusaha ingin ia tempatkan dalam hatinya. Jangan lupa vote and comment yaa :D Baca terus tambahan ceritanya ;) Author pake cara slow ya hehe Happy reading :) Salam penulis, Nurul Fadilla Al Rasyid @penarasa_
Tutti i diritti riservati
#259
fiksiislami
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • PORTRAIT ☑
  • REMEMBER THAT ☑
  • Hasein [SELESAI]
  • Secret Love Story "Unspeakable Love" (Complete)
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • YOU ARE MINE (completed)
  • Takdir Dari Pesantren
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • ALESYA (END)
  • Rasa Dalam Sujudku

Peniel mendekat, ia memegang kedua bahu kecil Zahra dan menyiratkan penuh tanda tanya,"kau baik-baik saja? Zahra, apa kau marah karena kameramu?". Tak ada balasan, gadis itu hanya tertunduk dan terisak,"Zahra, katakan padaku, ada apa? Hmm?" Kasar, Zahra menepis lelaki itu,"aku tidak baik-baik saja! Ini sangat sakit... semuanya semakin menyakitkan... kupikir... kupikir... jika mengabaikannya akan baik-baik saja tapi bukannya menghilang justru semakin dalam..." dia menangis keras di depan Peniel, ucapan yang terdengar seperti curahan hati dan penuh kekesalan itu membuat Peniel tertunduk. "Nado..." dia kemudian mendongakkan kepala dan menajamkam matanya,"setiap hari aku tersiksa karena merindukanmu. Aku ingin berkata jika menyukaimu tapi... aku hanya dapat diam karena perbedaan kita. Aku selalu ingin tahu apa yang kau makan, bagaimana tidurmu, dan apa kau bahagia setiap waktu..." Selangkah lebih maju, dia kembali memegang kedua pundak Zahra,"ma'af... tapi aku menyukaimu. Jangan memintaku menjauh," Saya: iya, Bang. Dedek gakkan' menjauh...." peluk Peniel. 😂😂😂 itu bahasa saya. Gimana menurut ceritanya? Bwhahaaaa liat aja sendiri. Bhaks!!! Wkwkwwk....

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti