Firm Love
  • WpView
    Leituras 185
  • WpVote
    Votos 28
  • WpPart
    Capítulos 12
WpMetadataReadConcluída qua, mar 27, 2019
Tempat yang keras dan tegas ini menjadi tempat yang diinginkan "Fradella Anastasya" untuk mengapai citanya Seakan termakan tradisi, orang orang dari situ pun sama kerasnya meski sudah lulus dari tempat itu. Jangankan cinta, persahabatan pun tidak disetujui ditempat itu. Semua mengatasnamakan solidaritas, tanpa mempercayai orang lain. Semua murid yang biasa disebut taruna disana, terkesan hanya mementingkan jabatan, semakin mencolok warna tali kur seseorang, semakin besar kepala juga ia. HAPPY READING
Todos os Direitos Reservados
#56
tangguh
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • MENDEKAP RINDU
  • Rasa Dalam Sujudku
  • AILAH(END)✅
  • Nabasthalassa
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • ASA: Semesta Itu Bukan Milik Kita
  • Cinta Terhalang Jabatan
  • The End of Keyra's Revenge
  • Keira
  • Garis Keras - SQueensl (On Going)

Di tengah konflik antara keinginan orang tua dan hati nurani, Amanda, seorang mahasiswi yang penuh dengan ambisi dan cinta, menemukan dirinya terjebak dalam perjalanan yang tak terduga. Dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang mereka pilih untuknya, Amanda sudah memiliki hati yang terikat pada seseorang yang telah lama menjadi bagian dari hidupnya. Namun, dalam perjalanannya mencari jati diri dan memperjuangkan cintanya, Amanda harus menghadapi tekanan dari orang tua yang berharap agar ia mengikuti jalur yang telah mereka tentukan. Konflik batin pun tak terhindarkan ketika hati Amanda berseberangan dengan keinginan sang ayah yang keras kepala. Di tengah pergulatan antara cinta dan tanggung jawab, Amanda harus menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri untuk menghadapi segala rintangan yang menghadang. Dalam perjalanan ini, dia akan belajar tentang arti sejati dari kebahagiaan, kesetiaan, dan pengorbanan. Namun, di balik semua itu, pertanyaan besar terus menghantuinya: Akankah Amanda mampu mempertahankan cintanya dan menemukan kebahagiaannya sendiri, atau akankah ia tunduk pada tekanan orang tuanya dan merelakan hatinya untuk mengikuti jalan yang telah ditentukan untuknya? Hanya waktu yang akan menjawabnya. "Kamu jangan terlalu memanjakannya, lagian itu merupakan keputusan yang tepat untuk masa depan Amanda yang lebih baik," ibu Amanda tak habis pikir dengan suaminya. "Kau tega melihat putri mu terpaksa mencintai orang lain, apa yang kau pikirkan. Dulu kau sangat memanjakannya, bahkan tak ingin melihat dia menangis. Hanya karena dia tak sejalan arah dengan kemauanmu, lantas membuatmu terlalu dalam kecewa dengan dia? Ibu Amanda yang akhirnya tersulut emosi dengan cara suaminya. "Kau bahkan tak melihat secara dalam tatapan putri mu, yang begitu merindukan sikap hangat ayahnya. Ambisi mu membuat hatimu membeku," lanjut ibu Amanda meninggalkan ayah Amanda di ruang kerja di rumah mereka.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo