Akurasi Rasa

Akurasi Rasa

  • WpView
    Reads 215
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 23, 2018
Indah pada waktunya, bukan perihal bahagia saja. Tetapi lebih dari itu, mengedepankan logika dan banyak mengorbankan rasa. Ini semua tentangmu, kamu dan segala kenang yang pernah dilalui. Maaf, aku telah menghapus semua ingatan itu. ~ Fatir Sadewa Pernah berada pada situasi ini? Di sisi lain harus menjaga Ataaya jauh dari Fatir, di sisi lain lagi aku tak bisa melihat mereka berdua menangisi satu sama lain. Aya memang kuat, Fatir pun sama. Tapi, perihal hati tidak ada yang tahu kuatnya sampai mana. ~ Dirham Mutakin
All Rights Reserved
#668
merelakan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Dear Aletha 2 [END]
  • GISAN
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Antara Nada dan Lensa
  • My Pretty Guard
  • Say Goodbye [ON GOING]
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Fajar & Senja
  • SADDAM & KAYLA
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines