Maladaptive Daydreaming

Maladaptive Daydreaming

  • WpView
    MGA BUMASA 212
  • WpVote
    Mga Boto 12
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Apr 3, 2019
Neya tidak pernah membayangkan rasanya terjebak dalam dunia fantasinya sendiri. Tapi dalam kasusnya yang sangat spesial ini, hal itu benar-benar terjadi. Parahnya lagi, Neya malah ditarik ke dalam salah satu fantasi miliknya yang sangat dia hindari. Permasalahan pun semakin rumit ketika semua misteri sedikit demi sedikit terkuak. Apakah Neya akan terjebak dalam mimpi abadi ini untuk selamanya?. **** Dilarang plagiat gaes. Ini murni hasil pemikiranku. Tolong dihargai.
All Rights Reserved
#49
emperor
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • The Past Keeper : Naserin Dante
  • Istri Kaisar Perang ( END )
  • The Chosen Eyes [COMPLETED]
  • I Live Again to be Happy -Su Jia Limei-
  • AIR MATA IBLIS : untold story of Kanaya
  • This God wants to retire
  • Garis Singgung Dua Dimensi
  • Epitaf
  • Against The Flow

Berhari-hari aku berakhir di Dermaga Lama karena salah naik bus untuk pulang. Berkali-kali aku berakhir di tempat yang aku tidak inginkan. Tempat di mana berdiri patung seorang pahlawan tempat aku tinggal sekarang. Malasan namanya. Seorang perompak terkenal yang dipuja-puja seluruh warga. Seorang perompak gila yang dihapus catatan kriminalnya dan dijadikan pahlawan karena membantu kerajaan yang memerintah dahulu kala untuk menghalau pasukan laut kerajaan seberang. Bahkan ketika aku selesai membaca buku riwayat hidupnya yang aku dapat di perpustakaan, aku masih tidak menemukan kenapa orang-orang memujanya. Wanita di balik meja memandangku sebentar lalu tersenyum. "Bagaimana Malasan?" "Tidak tahu." Jawabku sambil mendelikkan bahu. "Saya tidak kenal." Senyum wanita itu semakin lebar sambil melirikku dari balik kaca matanya. "Kau akan jatuh cinta pada Malasan." Tiga hari berturut-turut aku kembali berakhir di Dermaga Lama. Apakah aku salah naik bus saat transit? Berdiri dengan sebelah tangan di pinggang dan sebelah lagi memegang gelas jeruk, aku memandang patung Malasan. Kepalaku mendongak melawan sinar matahari untuk menantang tatapan Malasan dengan ekpresi percaya dirinya itu. Tidak butuh lima menit ketika aku mulai mendengar suara dengungan di telingaku. "Aku menyerah." Kataku. "Aku tidak tahu apa yang kamu inginkan hingga berkali-kali kamu bawa aku ke tempat ini. Sudah cukup, aku menyerah padamu." . Naserin harus pindah dari kota metropolitan besar ke suatu kota kecil di ujung negaranya. 'Kecelakaan' yang terjadi di tempat kerja lamanya membuat Serin harus beradaptasi dengan lingkungan hidup dan tempat kerja yang baru. Bisakah Serin beradaptasi dengan lingkungan yang berbanding terbalik dengan tempat dia hidup dan dibesarkan sebelumnya? Ataukah Serin harus menghadapi sesuatu yang lebih dari yang pernah dia bayangkan? Jatuh cinta pada Malasan misalnya?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman