Cahaya
  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 18, 2018
Aku berusaha melupakan luka. Aku sudah lelah menunggu. Karena "Tunggu" yang terucap tidak ada akhirnya. Aku lelah menanti hal tak pasti. Bagiku semua sudah usang, tak berarti. ~Cahaya, Madiun. Surakarta, jadi tempat ternyaman kedua selain kota dimana kita bertemu. Dimana kota itu menjadi saksi akan lahir dan dewasanya kamu. Menjadi kota tempat kamu tumbuh dan berkembang serta menuntut ilmu. Aku rindu kota itu dan kamu. ~Langit, Surakarta. Cahaya, maaf kita sudahi saja ya. Bukan aku yang seharusnya mendampingimu. Dia lebih berhak atas kamu. ~Terang, Madiun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Sang Prajurit (END)
  • LANGIT MENTARI
  • Dia Semesta
  • Kepingan Yang Terlupakan
  • Senja Untuk Pelangi(End)
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • [2] Keluarga Kaktus | Ondah Family
  • My Destiny

Ini hanya sebuah fiksi dan jangan sangkut pautkan kepada real life. Selamat membaca. Jangan lupa untuk votenya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines