sebut saja aku NAIRA
aku bisa terbilang wanita yang cukup kuat untuk menghadapi persoalan percintaan.
yaa, aku kuat namun dihadapan mereka saja.
air mataku terjatuh ketika tidak ada seorang pun yang menemaniku. lebih tepatnya aku menangis dalam kesendirian.
saat ini hatiku sangat hancur sehancur hancurnya.
dia yang sangat amat aku percayai kini tega menyakitiku.
saling menjaga hati itu lebih baik menurutku saat itu. tapi ternyata aku salah.
semua sama saja, menjaga hati atau tidak itu sama sama berujung menyakitkan. aku tidak memintamu bersama ku saat ini, tetapi kamu lebih memilih dia yang baru saja kamu kenal, dibandingkan aku yang telah lama berasamamu.
andai saja kamu bisa memahami aku, seandainya kamu bisa mengerti akan tentangku. mungkin kamu akan selalu menjaga hatimu untukku.
ya sudahlah ...
lupakan saja semua yang telah kita bangun,
pergilah dengannya yang baru saja kamu kenal
mungkin pilihanmu itu yang terbaik, aku merelakan mu untuknya sahabatku sendiri, mungkin dia lebih membutuhkanmu dari pada aku.
wanita berkelas tidak akan berbicara banyak.
dia akan lebih memilih diam dan berfikir memakai akalnya. bukan berkoar yang tidak ada kwaliatasnya.
karlina 18 nov 2017
cerita ini aku ambil dari seorang wanita kuat yang aku kenal.
All Rights Reserved