Bridge
  • WpView
    Reads 154
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 6, 2025
Bridge. Jembatan. Koneksi, perjalanan, perubahan. Rufa. Seorang perempuan yang sedang berproses memperbaiki diri. Bertemu dengan pandu, kakak temannya yang ternyata sudah menyukainya dari dulu. Juga sedang berproses. Bersama-sama berproses, bisakah disebut romantis juga? Nb: hasil dari ngehalu sendiri, dont copy kay. Quote: in this world that you can be anything, be kind :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nirmana Lila | Tamat
  • After Agent [Sequel: The Broke Agent]
  • At Least Once (UNPUBLISHED TANGGAL 18-11-2023)
  • Hello Daddy, Appa !
  • Kita Sembuh Bareng?
  • WANGXIAN's PALACE
  • Jenis Rasa

Book 1 - Trilogi Tiga Dimensi: Kamu tahu, apa yang bisa menghubungkan satu tebing ke tebing lainnya, meski jurangnya begitu curam? Jembatan. Ya, aku dan dia seperti dua tebing dengan jurang yang nyata terlihat. Dalam dan lebar. Bodohnya, jembatan itu masih nekat dibangun. Semakin dalam jurang, semakin kuat pula pondasi yang dibutuhkan. Dan gilanya, dia membangun pondasi itu dengan begitu mudah dan sederhana. Caranya? Dengan menjelaskan apa itu nirmana. Aku hanya bisa tertawa, miris. Betapa ringannya dia meletakkan pondasi jembatan itu di sini, di hatiku. Dengan pemikirannya yang unik, dia menunjukkan bahwa nirmana bukan hanya soal seni, melainkan cara untuk mengenali sesuatu yang belum pernah kita pahami, bahkan diri kita sendiri. Dari situlah, perlahan, dia menuntunku ke sebuah jembatan yang ia bangun dengan nirmana. Dari titik-titik kekaguman tak terduga, menjadi garis samar sebuah perasaan yang seharusnya tak ada, dan terbentuknya sebidang kerumitan yang menyangga. Hingga... "Kenapa harus Brian?! Dia itu keponakanku, La!" teriakan suamiku menghantam. Dalam sekejap, aku dihadapkan pada kenyataan pahit: nirmana hidupku ternyata jauh lebih rumit daripada gambar-gambar yang harus kuselesaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines