Menaklukkan Kista

Menaklukkan Kista

  • WpView
    Reads 223
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 18, 2018
Salah satu penyakit yang ditakuti perempuan. Disamping kanker leher rahim dan kanker payudara adalah kista. Mengapa kista perlu ditakuti ? Seperti halnya tanaman. Kista mengalami pertumbuhan. Seiring berjalannya waktu. Kista akan membesar. Suatu hari nanti dikhawatirkan menjadi kanker ovarium. Sehingga ketika seseorang didiagnosa dokter. Ada ada kista di rahimnya. Maka biasanya dokter cedrung untuk mengangkatnya. Alias mengoperasinya. Agar kista tak membesar. Dan ke depannya tak membahayakan. Apakah ada jaminan kista tak akan tumbuh lagi pasca operasi. Tentu saja tidak. Ibarat membersihkan rumput di halaman rumah. Rumputnya dicabut. Tapi tak lamaaa. Rumput akan tumbuh kembali. Karena masih tersisa akarnya di tanah. Apalagi bila diiringi dengan suplai air yang cukup. Musim hujan tiba. Membuat akar rumput riang gembira dan tumbuh dengan subur. Sama halnya dengan kista. Ketika kista dioperasi. Apakah sudah terangkat ke akar-akarnya? Adakah kemungkinan tumbuh kembali? Tidakkah penderita kista sering memberikan "air hujan" pupuk sehingga akarnya slalu tersuplay makanan. Merangsang kista tumbuh kembali?. Maka perlu memahami. Bagaimana penyembuhan kista sampai ke akar-akarnya. Dan tidak memberikannya pupuk. Gaimana cara membuat kista "kelaparan" dan suatu hari nanti kista mati. Lenyap dari rahim. Sembuh total. Buku ini kisah nyata penulis. Gejala kista. Cara penulis menaklukkan kista sampai ke akar-akarnya. Menjadikan kista "mati kelaparan" dan tak memberikan sedikitpun kesempatan tumbuh kembali. Cerita ini spesial kupersembahkan untukmu perempuan. Kaumku agar kita bebas dari kista dan dari berbagai dampaknya yang tentu saja sangat membahayakan kita.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 31 Months for You (Revisi)
  • Permaisuri Kerajaan Ular
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Meneroka Jiwa
  • C
  • Narasi patah hati
  • False Hopes

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines