HE IS HERAKA

HE IS HERAKA

  • WpView
    Reads 163
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 29, 2018
. Aku ingat, ketika pertama kali aku dan Heraka pergi ke bioskop. Saat itu kami menonton film tentang penari dunia yang sangat terkenal di eranya, dan tiba cerita dimana si penari tersebut kecelakaan dan cacat, tak bisa lagi menari. Disitu jiwaku yang memang melankolis dengan cepat membuat aku menangis, bahkan sampai sesenggukan. Heraka tiba-tiba menoleh padaku, lalu berbisik. "Nay, kamu nangis?" Aku masih tidak menghiraukan dia. "Nay, kamu beneran nangis?" bisik Heraka lagi sambil menggoyangkan pelan pundakku. Aku semakin menangis. Heraka panik. Semakin mendekatkan tubuhnya dan memegangi lenganku. "Nay, serius? Jangan nangis! Aku gak bawa bedak Nay! Kalau bedak kamu luntur gimanaaa?" bisik Heraka. Seketika aku menoleh tajam padanya. Entah mengapa tangisku juga mendadak berhenti. Detik itu juga aku bersumpah kepada diriku sendiri, bahwa mengajak Heraka ke bioskop ini adalah untuk yang pertama kali dan terakhir kalinya. Dari sudut mata aku juga bisa melihat Heraka tertawa tanpa suara. Heraka benar-benar bisa membuat mood melankolisku hancur seketika. Namun saat ini, aku sadar. Kapanpun dan dengan siapapun aku ke bioskop, kenangan tentang bedak luntur itu menjadi yang hal pertama yang selalu aku ingat. . . . Disini aku akan bercerita tentang seseorang yang berbeda. Seseorang yang hadir di hidupku membawa tawa. Dia adalah temanku Dia adalah Heraka Jika kau berkenan membaca kisah unik tentangnya, aku harap kau mau membaca yang selanjutnya dan selanjutnya
All Rights Reserved
#343
sayang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE STORY QIANARRA
  • Rannia√
  • MAUREN (On Going)
  • my story
  • It HURTS
  • Kamu
  • My Badboy Boyfriend
  • I Love You
  • TENTANG SEPASANG
  • LALA

"DOR!!" "Kampret!!!" Pekik gue kaget. Gue membalikkan badan gue. "Ishhh! Elo lagi...elo lagi! Ngagetin aja sih lu?! Kalo gue jantungan gimana?!" Dengus gue. Dia tertawa, gue akui tawa nya manis banget, MELELEHHHH gueee... Tapi harus jaga image. "Tenang, kalo Lo perlu jantung, gue bakalan kasih jantung gue buat elo kok" ucapnya di selingi tawa.. Uh! Bisa aja ini anak buat gue deg-degan. "Gembel Mulu Lo!" Cibir gue. "Btw Lo kok masih disini? Sekolah udah sepi loh" ucapnya. "Suka-suka gue lah!" Ketus gue. "Yee. Di kasih tau ngeyel! Disini ada hantu nya loh.." Hantu?? Ishhh beneran? Gue takut anjir. "Yang bener Lo?" Ucap gue, gue rasanya udah merinding ini. Dia ngangguk. "Iya! Maka dari itu Lo harus pulang, pulang bareng gue yuk!!" Ajaknya. Ah si Jampang bisa aja modusnya. "Kampret! Lo mau modus atau gimana?!" Tanya gue. "Dua-duanya, tapi bener deh, disini nih angker, Lo ngerasa merinding gak?" ❣❣❣ "Gue tau rencana Lo! Dan gue harap, setelah rencana Lo selesai! Lo jadian sama gue!" Ha? ***** Kisah cinta Qearin dengan beberapa cowok, Serta perjuangan Qearin untuk mengembalikan keceriaan Sahabat nya

More details
WpActionLinkContent Guidelines