Sayap-Sayap Perasaan

Sayap-Sayap Perasaan

  • WpView
    LECTURAS 187
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, ago 31, 2021
Prolog Tengah malam. Jakarta diguyur hujan. Sesekali petir menggelegar. Kilatannya mencuri jalan melalui tirai sebuah kamar. menyelinap seperti penjahat, cahayanya yang terang sesaat, menerangi sesaat sepasang tubuh yang sedang bergumul dalam sebuah kamar. Sang pria terus mengayuh mengimbangi sepasang kaki jenjang yang terus melakukan perjalanan panjang. Gelegar petir dan gemeretap hujan seolah requiem pengantar hasrat sesat. Sepasang makhluk berlainan jenis itu terus berpacu bertukar napas. Tubuh pun meluruh, menyatu dalam getar getar nafsu yang menggebu-gebu. Sementara di luar hujan semakin deras. Jalanan mulai tergenang. Senyap. Hanya sesekali saja kendaraan melintas dengan cepat. Sebagaimana cepatnya napas dua Makhluk dalam kamar itu saling memburu, memacu hasrat. Namun... Dug..dug..dug.. Tiba tiba pintu di gedor dengan sangat keras. Lelaki muda bertato naga di dada dan bergambar burung elang di punggungnya bergegas bangkit melepaskan dekapan pada sang dara. Segera diraihnya celana jeans yang teronggok dilantai. Dengan sangat cepat dikenakannya. Rambutnya yang ikal sebahu nampak kelimis oleh keringat. Matanya yang tajam menatap sang dara yang sedang terduduk menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut abu-abu. Wajahnya menyiratkan ketakutan yang sangat. "Ini amplop simpanlah baik-baik. Bila lama tak ada kabar dariku, tenggoklah aku di rumahku: kembarasangelang.bloggspot. Terima kasih untuk malam ini." Katanya. Dengan tangan masih gemeta r, sang dara menerima Amplop putih itu. sangat jelas tersirat ketakutan pada sorot matanya yang sayu. Wajah tirus dengan dagu terbelah pun nampak pucat. Sementara gedoran di pintu kamar semakin keras, seolah bersaing dengan gelegar petir.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BUNGA KEMBALI
  • Like The Angel
  • Hujan (Completed)
  • Liberosis
  • After You, The Rain Felt Different
  • Abraham Salim (Book 3) #Googleplaybook #JE Bosco Publisher
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Flummox

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido