Muara Rasa [SUDAH TERBIT]

Muara Rasa [SUDAH TERBIT]

  • WpView
    Reads 357
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 8, 2020
Semua bermula darinya--laki-laki sempurna yang keterangannya tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata. Bertahun-tahun sendirinya dan laki-laki itu menjadi teman, bisa dikatakan sahabat. Sama-sama mengingatkan untuk selalu berbuat kebaikan. Saling berbagi cerita tawa nestapa. Bersatu padu bersama harap-harap dan hati yang kadang berseteru. Dan masih banyak hal lain. Selama mereka berteman baik, selama itu pula perasaan tak habis-habisnya turun-naik. Berkali-kali perasaan berusaha ditepisnya. Masalah hati sering dialami. Namun, sendirinya tetap bertahan. Dalam perasaan yang timbul-tenggelam hingga mengudara bersama asa-asa yang tak lagi gamam.
All Rights Reserved
#456
sempurna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • INDRA CINTA
  • Mencintaimu Dalam Diam ( TAMAT  )
  • Five Meters To Many Thousands Kilometers
  • Doa Yang Tak sama | END
  • Raina Maramitha
  • Hatiku Tertambat, Cintaku Tumbuh [End] √
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya

Saat rumah tak lagi terasa aman, justru seseorang yang tak pernah benar-benar kita miliki bisa jadi tempat pulang paling hangat. Masih Ada Kamu di Setiap Luka. Mengisahkan Nadira dan Arka-dua jiwa yang bertemu di masa sekolah, saling menemukan kenyamanan di tengah luka yang tak selalu terlihat. Di balik tawa yang disembunyikan dan keluarga yang mulai retak, Arka hadir tanpa banyak janji, tapi justru menjadi tenang yang selalu Nadira cari. Namun, tidak semua cinta ditakdirkan untuk tinggal. Ada yang cukup datang sebentar, lalu pergi, meninggalkan bekas yang justru membuat kita tumbuh. Ini bukan sekadar kisah cinta pertama atau patah hati. Ini adalah cerita tentang bertahan. Tentang mengikhlaskan tanpa membenci. Tentang memilih bahagia, meski dengan luka yang masih menetap. Untuk siapa pun yang pernah mencintai diam-diam, kehilangan tanpa sempat memiliki, dan belajar bahagia dengan cara yang baru-kisah ini untukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines