ARISHA
  • WpView
    Reads 1,994
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 4, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Dek." Seorang gadis terlihat menunduk disamping seorang pria. Air matanya sudah berjatuhan karna kejadian beberapa menit lalu. "J..jangan nangis." ucap sekali lagi sang pria yang bingung hendak melakukan apa pada gadis disampingnya. "Insya allah saya akan mencari jalan keluarnya." "Hiks..hiks.." "Ayo saya antar pulang." Sang gadis menggeleng dan tak berhenti menangis. "Em baiklah, saya akan menjelaskan semuanya pada orang tuamu. Jadi jan--" "Tidak!" potong gadis tadi. "Kenapa? Bagaimanapun saya harus menjelaskan tentang pernikahan ini." ujar sang pria dengan serius. "Tidak." "Kamu takut? Tenang saja ada saya." lanjutnya dengan tersenyum. "A..aku tidak mau mereka tahu tentang pernikahan ini. J jadi lupakan saja yang telah terjadi, permisi." ucap gadis tadi dan langsung pergi meninggalkan sang pria yang memanggil-manggil namanya namun tak dihiraukan. *** Rank #79 in kamu Hanya sebuah cerita dari kehidupan sehari hari tidak ada konflik berat. Karna author tak sekejam itu hihi. Jangan lupa vote and follow. 😘
All Rights Reserved
#38
imam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Ice Boy
  • Bad Boy Erlangga
  • Bitter Is You || ✔ ||
  • Ketulusan Nafisya (On Going)✔️
  • Raina Maramitha
  • ARUNA STORY: Feel Again [Lengkap]
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Mendadak Mama (TERBIT)
  • Padam Nelangsa

"Aku nggak mau lagi berurusan dengan lelaki" Target itu runtuh begitu saja ketika sebuah kalimat terucap dari bibirnya. "Seandainya aku tahu siapa imam itu, Aku janji akan berterimakasih padanya karena telah menyelamatkan ku dari hukuman shubuh ini." Awalnya, Ia biasa saja Karena begitu yakin tidak akan pernah bertemu dengan si pemilik suara imam shubuh itu. Namun kenyataan pahit menimpanya ketika seorang senior datang ke kelas untuk menggantikan guru yang kini mengajar di kelasnya. Suara itu...., Iya betul- betul yakin suara itu yang pernah menyelamatkannya. Ia menelan ludah kasar, tidak tahu harus berbuat apa. " Nama Akhi siapa?" " Rangga" Nama itu, awal dari cerita ini bermula. * KARENA DINGIN ADALAH CARAKU MENUTUP LUKA. # Rangga said

More details
WpActionLinkContent Guidelines