Story cover for Aksara Rindu dan Cinta dalam do'a  by Zharia_zh
Aksara Rindu dan Cinta dalam do'a
  • WpView
    Reads 18,816
  • WpVote
    Votes 600
  • WpPart
    Parts 148
  • WpView
    Reads 18,816
  • WpVote
    Votes 600
  • WpPart
    Parts 148
Ongoing, First published Nov 20, 2018
Aksaraku memang tak indah
Hanya susunan bait-bait kerinduan

Do'a itu adalah jembatan penghubung..
Segala sesuatu yang jauh tak tersentuh dapat terpeluk dengan utuh..
Keinginan yang berseberangan dapat bersatu dengan penuh keyakinan..

Jarak bukan suatu halangan untuk menjadikan cinta ini melemah..
Karena aku punya Allah yang akan selalu menjaga dan menguatkan cinta kita💕

Tuhan juga menciptakan jarak agar kita bisa saling menjaga..
Saling menjaga dalam do'a, agar kelak ketika kita berjumpa, kita dipertemukan dengan cara yang baik dan DiridhaiNya..

Oleh karena itu tetaplah
 melangitkan do'a do'a baikmu..!
Sebab tidak ada yang mustahil BagiNya untuk memperkenalkan nya..
Dan kau hadir dari tiada menjadi ada
Hanya lewat do'a tumpuanku melewati getiran pahitnya rindu dan cinta~



#zh@ria_Cinta rindu dalam do'a
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Aksara Rindu dan Cinta dalam do'a to your library and receive updates
or
#4tabah
Content Guidelines
You may also like
untuk damai by bintarobastard
20 parts Ongoing
Di antara lorong-lorong masa tua yang sunyi, di sebuah kamar bernomor tujuh di kota kecil Salatiga yang dingin dan penuh embun, dua lelaki tua duduk bersebelahan. Satu terbaring dengan mata nyaris kosong, satunya lagi menyisir rambut pasangannya dengan kelembutan yang nyaris menyakitkan. Suara dari walkman tua mengalun pelan-lagu lawas yang menyimpan lebih dari sekadar melodi: ia menyimpan hidup. Begitulah kisah ini dimulai. Dengan sebuah lagu. Dengan sepotong waktu yang tidak bisa diulang, tapi bisa diputar ulang. kembali ke tahun 2000, saat Damai, seorang remaja Jogja yang spontan dan hangat namun peka terhadap detail-detail kecil dunia, bertemu dengan Alam -anak Jakarta yang dikirim ibunya untuk 'beristirahat dari kebisingan'. Alam membawa kegelisahan seorang anak yang belajar menelan sunyi. Jogja menjadi panggung bagi pertemuan mereka, tapi bukan sekadar latar: kota ini adalah karakter ketiga dalam hubungan mereka. menjadi ruang di mana Alam dan Damai berjalan bersama. Membicarakan hal-hal kecil. Makan roti isi sambil duduk di stadion kosong. Mandi di Kali Winongo, ciprat-cipratan seperti bocah. Tidak ada yang berbeda . Yang ada hanya kehangatan yang tumbuh perlahan-dan itu cukup. Bahkan mungkin lebih dari cukup. Seiring tahun-tahun berlalu, mereka tumbuh. Dunia berubah. tubuh Alam mulai memudar. Tapi tidak kenangan mereka. Setiap sore, Damai memutar lagu dari kaset mereka yang lusuh dan di sinilah pembaca akan memahami: bahwa surga, seperti yang mereka bicarakan di usia lima belas di stadion tua, bukanlah tempat. Surga adalah momen. Adalah keberadaan yang lengkap, bukan sempurna. Adalah hari-hari ketika kamu merasa cukup, tanpa perlu memiliki segalanya. untuk damai adalah cerita tentang rumah yang bukan hanya tembok dan atap, tapi mata seseorang yang mengenal kita tanpa harus dijelaskan. kisah yang akan membuatmu berpikir, walau hanya sekali dalam hidupmu: kalau ini bukan surga, aku tidak tahu apa lagi.
JAUH DIMATA DEKAT DIDOA by silmirizkiyanti
30 parts Complete
"CINTA ITU DOA & DOA ITU CINTA. MAKA SIAPA YANG MENCINTAIMU DIA MENDOAKANMU & SIAPA YANG MENDOAKANMU DIA TELAH MENCINTAIMU SEUTUHNYA" Namamu masih sering kusebut dalam bingkisan do'a ku.Namamu yang masih ku simpan dalam memori tersendiri dalam ingatanku.Namamu yang tak bisa kutinggalkan saat aku memohon dan meminta kepada Rabbku.Sebuah nama yang entah itu akan Allah pertemukan dan satukan tidaknya denganku hanya Allah Yang Maha Tahu. Saat ini memang aku jauh dari dirimu bahkan melihatmu pun aku tak mampu.Saat ini memang aku tak selalu ada untuk menemani dan mendampingimu engkau yang jauh di mata namun dekat dalam do'aku.Engkau yang mungkin pernah bertemu dengan ku namun Allah belum izinkan untuk bersatu. Tanpa kau meminta aku pun selalu mendoakanmu.Mendoakan keberhasilan dan proses memperbaiki dirimu untuk menjadi pangeran bertaqwaku.Semoga Allah selalu menjaga hati, niat, dan iman kita untuk mengejar ridhoNya selalu.Sebuah nama yang ku sebut adalah untuk kamu jodoh calon imamku. Entah dimana, entah kapan, entah seperti caranya bertemu dan entah siapapun itu aku menunggu dalam penantianku.Entah pula jodohku yang akan menjemput lebih dulu atau maut yang menghampiriku terlebih dahulu. Yang aku tahu ketika aku disini memperbaiki diriku saat itu pula Allah memperbaiki dirimu.Yang aku tahu jika maut menjemputku lebih dulu mungkin Allah pertemukan aku dengan dirimu ditempat yang Allah janjikan untukku . ~Belum selesai masih dalam tahap revisi dan pembuatan part selanjutnya~ NB : Afwan untuk typo di cerita ini, saya masih belajar dan butuh apresiasi dari kalian, jika ada typo saya mohon maaf dan tolong ingatkan. Syukron Jazakumullah Khairan Katsiran😊🙏🏻
TIMELESS CRUSH (REVISI) by zvenaaa
12 parts Ongoing
"Lu kenapa sih, Kal? Selalu mundur pas gue maju?" "Gue... cuma takut, kalau ternyata gue nggak cukup baik buat dijadiin rumah, Ze." ___________________________________________________ Kalau Raskal kira alasan itu bakal bikin Zea nyerah, dia salah besar. Salah tingkat dewa malah. ___________________________________________________ Seizea Hanaviela, si pengagum setia yang udah enam tahun cuma bisa nonton Raskal dari jauh, akhirnya nyerah. Nyerah diem-diem, maksudnya. Di tahun pertengahan SMA mereka, Zea memutuskan buat maju. Nggak cuma maju selangkah, tapi siap bener-bener menginvasi dunia Raskal yang (seharusnya) tenang. Dari tiba-tiba muncul di mana-mana, memanggil Raskal hingga hampir terdengar seluruh sekolah, sampai mendadak jadi 'murid privat' paling maksa, Zea pakai segala cara paling nekat dan 'nggak tahu malu' buat bikin Raskal kelimpungan. Pokoknya, tak ada lagi Zea si bayangan, kini cuma ada Zea si gadis paling absurd yang bertekad menaklukkan hati orang yang dia suka. Tapi, Raskal si gitaris band yang jago ngeles itu bukannya nggak sadar. Dia terlalu sadar, makanya dia sibuk kabur. Di balik senyum jail, aksi panggung yang memukau, dan persona kocaknya, Raskal punya satu rahasia besar: dia takut sama yang namanya cinta. Dan kisah ini? Ini bukan soal siapa yang jatuh duluan. Tapi siapa yang berani berhenti lari, dan siapa yang cukup nekad buat ngejar sampai ujung. [DILARANG PLAGIAT! IDE INI MURNI DARI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI ‼️]
You may also like
Slide 1 of 10
untuk damai cover
Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah cover
Untukmu, Seluruh Nafas Ini cover
Kaulah Takdirku [Revisi] cover
Bulan Berkisah [SUDAH TERBIT] cover
JAUH DIMATA DEKAT DIDOA cover
TIMELESS CRUSH (REVISI) cover
Pelangi di Balik Hujan Rindu cover
Behind the Silence cover
Tertulis Dalam Doa cover

untuk damai

20 parts Ongoing

Di antara lorong-lorong masa tua yang sunyi, di sebuah kamar bernomor tujuh di kota kecil Salatiga yang dingin dan penuh embun, dua lelaki tua duduk bersebelahan. Satu terbaring dengan mata nyaris kosong, satunya lagi menyisir rambut pasangannya dengan kelembutan yang nyaris menyakitkan. Suara dari walkman tua mengalun pelan-lagu lawas yang menyimpan lebih dari sekadar melodi: ia menyimpan hidup. Begitulah kisah ini dimulai. Dengan sebuah lagu. Dengan sepotong waktu yang tidak bisa diulang, tapi bisa diputar ulang. kembali ke tahun 2000, saat Damai, seorang remaja Jogja yang spontan dan hangat namun peka terhadap detail-detail kecil dunia, bertemu dengan Alam -anak Jakarta yang dikirim ibunya untuk 'beristirahat dari kebisingan'. Alam membawa kegelisahan seorang anak yang belajar menelan sunyi. Jogja menjadi panggung bagi pertemuan mereka, tapi bukan sekadar latar: kota ini adalah karakter ketiga dalam hubungan mereka. menjadi ruang di mana Alam dan Damai berjalan bersama. Membicarakan hal-hal kecil. Makan roti isi sambil duduk di stadion kosong. Mandi di Kali Winongo, ciprat-cipratan seperti bocah. Tidak ada yang berbeda . Yang ada hanya kehangatan yang tumbuh perlahan-dan itu cukup. Bahkan mungkin lebih dari cukup. Seiring tahun-tahun berlalu, mereka tumbuh. Dunia berubah. tubuh Alam mulai memudar. Tapi tidak kenangan mereka. Setiap sore, Damai memutar lagu dari kaset mereka yang lusuh dan di sinilah pembaca akan memahami: bahwa surga, seperti yang mereka bicarakan di usia lima belas di stadion tua, bukanlah tempat. Surga adalah momen. Adalah keberadaan yang lengkap, bukan sempurna. Adalah hari-hari ketika kamu merasa cukup, tanpa perlu memiliki segalanya. untuk damai adalah cerita tentang rumah yang bukan hanya tembok dan atap, tapi mata seseorang yang mengenal kita tanpa harus dijelaskan. kisah yang akan membuatmu berpikir, walau hanya sekali dalam hidupmu: kalau ini bukan surga, aku tidak tahu apa lagi.