Ketika Takdir Berkata Lain

Ketika Takdir Berkata Lain

  • WpView
    LECTURAS 157
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, abr 7, 2019
Ketika takdir cinta berkata lain kepada Zidan dan Habibah yang mana salah satunya harus mengikhlaskan karena kesalahan terbesarnya yang telah menyiayiakan pengorbanan cinta yang begitu besar. Disisi lain dia sadar akan cinta nya yang begitu besar sehingga dia selalu berharap dan akhirnya Allah timpakan sebuah harapan yang menyakitkan pada nya hingga tersadar bahwa cinta nya kepada seseorang telah mengalahkan cintanya kepada Allah,hingga dia ikhlaskan cinta nya dan dia mulai menjauh biarkan takdir yang membawanya dia tak mau lagi berharap banyak kepada manusia. Bagaimanakah kisah keduanya akan kah keduanya bisa bersatu ? yuk baca kelanjutan Kisah Zidan dan Habibah bagaimana takdir akan berkata kepada keduanya. Foto cover by: Yudittania Edit cover by: Ayu amelia Wp:Ayuameliaa
Todos los derechos reservados
#2
afifah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Qanita
  • Cinta dalam Doa
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Tahajjud Cinta [END]
  • Sedekat Nadi Sejauh Matahari [BELUM REVISI]
  • Duhai Habibi [On Going]
  • Takdir Cinta [TAMAT]
  • Tertulis Dalam Doa
  • Takdir Sang Ilahi [END]
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING
Qanita

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita jalan masing-masing dan jangan ganggu aku lagi!" Qanita Zaura Nindya, gadis berusia 20 tahun itu mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Qanita berusaha untuk mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. Apakah itu hanya ilusi? Seseorang yang dulu sangat mencintainya dan selalu bersamanya, kini dengan santai mengucapkan kata perpisahan. "Dit, aku bisa jelasin semuanya. Apa yang kamu lihat ini salah." Qanita berusaha untuk mencegah langkah lelaki itu sekuat tenaga, tentu dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk mata. "Raditya Evansyah. Aku mencintaimu!" Suara Qanita begitu lantang mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang kini meninggalkannya. Namun lelaki itu tidak memedulikannya sama sekali, ia terus berjalan tanpa beban. Pantaskah Qanita menangisi lelaki seperti itu? Pantaskah dia mempertahankan cinta yang hanya menimbulkan luka? Saat Qanita sudah hancur, semua yang ada di angannya pun hilang, lenyap begitu saja. Bagai mimpi tapi ini nyata! Kepingan indah kini berserakan tak ada harganya, bagaimana Qanita bisa menyatukan kembali mimpi itu dalam genggaman rida Allah. Hancur adalah titik paling menyakitkan dalam hidup! Sertakan sumber jika ingin mengutip tulisan sederhana ini. -Allah Maha Melihat- Start 17 November 2019 Finish --

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido