When: Is There Something Wrong With Us?

When: Is There Something Wrong With Us?

  • WpView
    Reads 552
  • WpVote
    Votes 261
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 28, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Once we met, it was clear that neither of us could control what was happening to us. We fell in love, despite our differences, and once we did, something rare and beautiful was created. Bertemu kamu bukan suatu hal baru bagiku. Tetapi bertemu kamu untuk yang saat ini, berbeda. Bertemu kamu selalu lebih asyik dari apapun. Bertemu kamu bukan lagi suatu hal yang membosankan. Setelah waktu menjawabnya. Ternyata kamu bukan hanya kamu dengan sosok teman yang selalu ada. Kamu hadir lebih dari itu. Terlambat atau tidak, terlepas dari itu, aku lupa menyadari. Bahwa, kamu adalah jelmaan rasa yang lain dari rasa yang tak sanggup aku ungkapkan. When, I met you, its happening to us, atau hanya aku saja yang bahagia?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • N O R A [on going]
  • flashback~
  • SalFlo
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • 𝐅𝐑𝐈𝐄𝐍𝐃𝐙𝐎𝐍𝐄 𝟐 [𝐄𝐍𝐃]
  • Sekali Lagi (End)
  • (✔) Save Me Please!!
  • Memories Will Not Come Back
  • CLARA
  • MY WIFE IS MODEL

nyatanya, semua itu hanya omong kosong. janji-janji, perhatian, dan kalimat-kalimat manis mu kala itu hanya sebuah kebohongan belaka. bodoh nya aku yang terlalu begitu percaya. perhatian mu semua aku anggap sebagai rasa sayang mu padaku, namun itu salah. aku hanya sebuah pelarian yang kamu singgahi. setelah kamu mendapatkan apa yang kamu cari, kamu pergi. tanpa kamu pikirkan bagaimana perasaan ku. tanpa kamu pedulikan bagaimana hancur nya diriku. tuan, seandainya kamu tau setulus dan sebesar apa perasaan ku padamu. seandainya kamu tau bagaimana usahaku untuk selalu bertahan dengan mu. namun, itu semua hanya seandainya. dan pada kenyataannya kamu tak pernah sadar akan hal itu. kenyataan ini begitu menyesakkan dada. hari-hari ku lewati dengan hati yang kehilangan akan sosok nya. hari-hari ku lewati dengan luka yang tak kunjung juga mereda. tuan, terimakasih. bagaimana pun aku tidak bisa menolak perpisahan. akan ku sudahi semua rasa sakit ini tuan. aku akan belajar melupakanmu, sebagaimana kamu melupakanku. karna aku percaya, kepergian mu merupakan sebagian dari rencana yang diatas. dan aku juga yakin, jika suatu saat aku akan di pertemukan dengan seseorang yang jauh lebih mengerti aku ketimbang kamu. **** Cover by : hunyoel

More details
WpActionLinkContent Guidelines