Captain "R"
  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 30, 2018
Aku, Randina Sekala Putri, umurku genap 20 tahun seminggu sebelum musibah yang melanda kotaku. Kotaku kini rata dengan tanah, sangat gersang layaknya gurun pasir, setelah ombak besar yang mengahatam rata kotaku seminggu lalu. Setelah kejadian itu, aku kehilangan segalanya, ayahku, ibuku, adikku, dan orang-orang disekitarku. Kini hari-hariku harus kuhabiskan di posko pengungsian, bukan sebuah tempat yang mewah, bukan juga tempat yang memiliki fasilitas lengkap, hanya sebuah tenda yang didirikan relawan-relawan yang dikirimkan dari kota lain. Di tempat ini, semua memiliki nasib yang hampir sama sepertiku, mereka juga kehilangan orang-orang disekitar mereka. Apakah ini kado dari Tuhan untukku? Kenapa aku tidak ikut saja bersama ayah dan ibuku ke tempat mereka sekarang? Kenapa aku harus ditinggal sendirian disini? Mungkin ini jawaban nya, dari musibah ini, aku dipertemukan dengan seseorang yang telah mengembalikan seluruh hidupku seperti sediakala. Dia yang mengembalikan senyumku, dia yang menggantikan seluruh air mataku setelah semua rasa kehilangan yang mengurung diriku dalam-dalam. Dari peristiwa yang melanda kotaku, ada kisah baru di kehidupan ku, yang tak pernah aku rasakan sebelumnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik senyumanku
  • Cerita Rein (SUDAH TERBIT)
  • Aku Yang Tidak Diinginkan
  • Cinta Sang Prajurit (END)
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Antara aku dan dunia
  • PROMISE (NARUHINA)
  • Thank You For Everything [BoelxYaya]
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Rani _ Takdir kehidupan

Semua orang bilang aku kuat. Katanya, aku ceria, mudah bergaul, selalu tersenyum. Tapi mereka tak tahu, senyumku hanyalah tameng dari luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Namaku Raya Azzalea Putri. Aku anak dari keluarga yang tak lagi utuh. Ayah pergi tanpa pamit, Ibu diam-diam menangis setiap malam, dan aku? Aku pura-pura bahagia setiap hari. Di balik senyumanku, ada rindu yang tak bisa disampaikan. Ada puluhan surat untuk Ayah yang tak pernah terkirim. Ada tangis yang kutahan sendiri dalam gelap. Ini bukan kisah cinta. Ini kisah tentang kehilangan, harapan, dan bagaimana aku belajar bertahan saat dunia terasa runtuh. Karena tak semua luka terlihat. Dan tak semua anak bisa memilih untuk lahir di keluarga yang utuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines