Bunga Yang Layu

Bunga Yang Layu

  • WpView
    reads 873
  • WpVote
    Stemmen 24
  • WpPart
    Delen 7
WpMetadataReadVoor volwassenenCompleet din, feb. 22, 2022
WpInfo
Fictie
Romantiek
Bunga Yang Layu Bagaimana ? Aku harus bagaimana ? Apa yang harus aku lakukan ? Dan berapa kali aku harus bertanya pada AKU ! Aku hanya ingin melihatmu, mawar. Dan pesona mahkotamu yang kian memudar, dariku. "Aku ingin menggenggammu, erat. Tanpa harus melepasmu. Walau aku tahu duri itu akan mengoyak tanganku" Jika mahkotamu terlepas dariku, kuseka itu hanya rajutan mimpi. Untuk dirimu yang senantiasa aku kagumi, yang akan pergi seraya membekas pedih di hati. Perasaan yang selalu menggenang ketika kesunyian hadir dalam malam gelap. Rendy Hendrawan
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Kamu dan Negara S1 [SELESAI]
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • NAYYARA
  • Memory of The Love Melody {Completed}
  • Not Your Fault [SELESAI]
  • Promise
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen