MY I And ME

MY I And ME

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 22, 2018
IRA : Seorang wanita yang berparas cantik dan pintar namun tingkah lakunya yang jail dan konyol, bertemu dengan dua pria tampan yang merupakan saudara kembar yang memiliki sifat yang berbeda. IRSYA : Pria tampan yang baik hati dan juga perhatian terhadap wanita yang membuat wanita meleleh saat dia membalas sapaan para wanita dengan senyum manis dan baiknya itu. IRKA : Kembaran Irsya yang tampan dan juga pintar namun ia terlalu bersikap cuek dan dingin terhadap cewek. Namun, ia berubah setelah bertemu gadis bernama Ira. " MELALUI PERTEMUAN PERTAMA KITA YANG KONYOL MEMBUAT KU BERUBAH DAN MEMILIH MENGALAH ATAU BERJUANG "
All Rights Reserved
#144
wattsy2018
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Halal Kita[On Going]
  • Cerita Si Kembar [TAMAT]
  • That's All Cause IFY (END) - Revisi
  • Misteri Hutan Larang (Telah Terbit)
  • Cinta SMA Ku Cinta Pertama Dan Terakhirku
  • THE TWINS
  • OPACRAPHILE [End]
  • She Is Coldest
  • Tahajjud Cinta [END]

Aiza Chafiya Laila Jannahti. Gadis itu biasa dipanggil Aiza. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara, memiliki dua adik laki-laki yang masing-masing berusia 13 tahun dan 8 tahun. Sejak kecil, Aiza dikenal sebagai anak yang lembut, taat, dan penuh tanggung jawab-terutama sebagai kakak sulung di keluarganya. Kisahnya dimulai ketika ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Fattah, sebuah pesantren yang menjadi pilihan keluarganya. Bukan tanpa alasan, keluarga pengasuh pesantren-Kyai dan Nyai-telah lama menjalin hubungan dekat dengan keluarga Aiza. Kedekatan itu membuat keputusan tersebut terasa tepat, meski tetap saja berat. Tidak mudah bagi Aiza untuk meninggalkan pesantren milik kakeknya sendiri, tempat yang sudah akrab dengan segala kenangan masa kecilnya. Lingkungan baru, aturan baru, dan orang-orang baru menjadi tantangan yang harus ia hadapi dengan hati yang lapang. Di hari-hari pertamanya di Pesantren Nurul Fattah, Aiza dipertemukan dengan tiga gadis yang kelak menjadi sahabatnya: Chika yang ceria, Ayu yang kalem, dan Rahmana yang dewasa. Bersama mereka, Aiza belajar tentang arti persahabatan, kesabaran, dan perlahan... tentang rasa yang tumbuh tanpa diminta. Di balik lantunan ayat suci dan doa-doa yang dipanjatkan setiap malam, ada kisah yang sedang Allah rangkai. Kisah tentang perjuangan, tentang menjaga hati, dan tentang cinta yang tidak hanya sekadar rasa-melainkan niat suci untuk menuju halal. Inilah awal dari perjalanan Aiza. Tentang cinta yang dijaga, tentang rindu yang ditahan, dan tentang harapan yang dipasrahkan sepenuhnya pada takdir-Nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines