OlinDavel
  • WpView
    Reads 447
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 23, 2019
"Arghhhhh!!! Kenapa dari sekian banyak orang, harus gue yang dia lupa?! Kenapa nggak si Alan aja?!" Gerutu Davel setelah keluar dari rumah sakit, dia berhenti disebelah pohon besar. "Gue harus apa? Kenapa dia nggak inget gue sama sekali? Arghhhhh!!!" Gerutunya lagi sambil meninju-ninju pohon besar yang ada disebelahnya. "Udah, percuma vel, lo kayak gini nggak akan bisa ngebuat Olin inget lo lagi! Mending lo tenangin dulu pikiran lo" kata Dicky sambil menepuk-nepuk pundak Davel, berharap bisa membantu menenangkan pikiran sahabatnya yang sedang tidak karuan itu. "Terus gue harus apa? Dia nggak inget gue sama sekali, lo nggak tau apa yang gue rasain, lo nggak tau gimana rasanya dilupain sama orang yang lo sayang kan?." Kini nada suaranya semakin meninggi dan tanpa Davel sadari,air mata nya pun mulai menetes, sepertinya dia memang benar-benar menyayangi Olin. "Dia malah keliatan seneng banget pas ngeliat Alan disana, tapi dia nggak inget gue" nada suaranya mulai menurun "Kayaknya lo harus perjuangin dia dari awal deh". Saran Dicky yang membuat Davel menjadi bingung. "Maksud lo?". "Gak usah pura-pura bego lah" "Hmm, tapi kalo nanti Olin nggak bisa suka sama gue tapi malah sukanya sama Alan gimana? Gue tau kalo si Alan itu juga suka sama Olin". " Vel, dengerin gue, semua orang pasti punya kesempatan kedua, lo harus yakin sama diri lo sendiri. Lagian, menurut gue cinta kalian itu terlalu instan. Kalian terlalu cepet nyimpulin kalo kalian itu saling cinta. Padahal, sesuatu yang lo anggap cinta itu, cuma hasrat semata aja, percaya sama gue, setiap hubungan itu perlu proses yang cukup lama Vel". Jelas Dicky panjang lebar. Davel hanya terdiam mendengar nasihat sahabatnya itu. "Percaya sama gue, sesuatu yang diperjuangin, akan indah pada waktunya." Tambah Dicky lagi. "Lo bener, oke gue bakal perjuangin dia dari awal lagi." Balas Davel bersemangat
All Rights Reserved
#195
keren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RESONANCE | (JKT48 Gen 12)
  • only he is the one i want [ lilynn ]
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • Leo 2 : Soulmate? ✔
  • No Longer Mate
  • ALVANSA [Completed]
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • Stay (Away)
  • Arsyilazka

Oline Manuel, gadis remaja yang ceria dan penuh energi. Namun, itu dulu-sebelum orang tuanya menjadi egois. Selama belasan tahun, Oline selalu mendengar orang tuanya bertengkar, dan itu terjadi hampir setiap hari. Tidak jarang benda-benda di rumah Oline menjadi korban karena dilempar dan pada akhirnya menimbulkan suara yang tidak menyenangkan. Menangis? Rasanya Oline sudah tidak bisa menangis, air matanya telah habis sejak dulu. Ia yang dulu adalah gadis periang, sekarang seakan hanya seorang gadis remaja yang tidak memiliki emosi. Hatinya hampa, terlalu banyak memendam luka. Hingga suatu malam, pertengkaran orang tuanya pada akhirnya membuat Oline muak. Setelah mendengar perkataan menyakitkan yang dilontarkan oleh keduanya, Oline yang selama ini diam, akhirnya membuka suara. Pada akhirnya Oline memilih pergi dari rumah yang selama ini ia tinggali, rumah yang hanya sekedar sebuah bangunan, bukan rumah yang sebenarnya. Ia akhirnya memilih untuk tinggal di sebuah kost. Meskipun hidup sendiri, tetapi setidaknya di kost tersebut, Oline tidak merasa sendirian. Karena akhirnya, Oline memiliki keluarga baru. Di kost itu, Oline memiliki 15 tetangga yang kelak menjadi sahabat sejati sekaligus keluarganya. Mari ikuti cerita hidup Oline, dan menemani gadis itu mendapatkan kebahagiaannya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines