Cerita Dari Pakkasalo

Cerita Dari Pakkasalo

  • WpView
    Reads 233
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sat, Apr 11, 2020
Novel ini berisi pengalaman hidup seorang bocah bersama kawan - kawan masa kecilnya di desa. Di dalamnya dikisahkan perihal nikmatnya mandi di sungai yang berair jernih, indahnya masa panen dan bermain layang - layang, serta berburu jangkrik. Kisah ini bermula dan berpendar dari Desa Pakkasalo, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.
All Rights Reserved
#117
sungai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BACK TO FRIEND | JUNGHWAN X HAERIN (TAMAT)
  • Sunyi yang Menyatukan
  • FAN-SIGN | Hwanshi ✔
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • Dream Team TREASURE X BABY MONSTER
  • Lima Serdadu Kecil
  • Love Is Blind
  • janji kecil

Bagi banyak orang, Teresa dan Lionel tak lebih dari dua orang asing yang kebetulan duduk di kelas yang sama-tanpa kisah, tanpa kenangan. Tapi di balik diamnya mereka, tersimpan cerita yang pernah begitu hidup di kota kecil jauh dari Jakarta. Dulu, mereka adalah sepasang kekasih yang saling menggenggam erat di Inggris, menjadikan satu sama lain rumah dalam dunia yang asing. Namun, tidak semua kisah indah berakhir bahagia. Sebuah pertengkaran hebat memutuskan benang di antara mereka. Lionel kembali ke Jakarta lebih dulu, meninggalkan Teresa dalam ketidakpastian yang mengikis perlahan. Sejak hari itu, keduanya tak pernah saling mencari, seolah ingin berpura-pura bahwa cinta itu tak pernah ada. Dua tahun berlalu. Takdir mempertemukan mereka kembali-bukan di kedai kopi tempat mereka biasa tertawa, bukan di taman tempat mereka dulu saling menatap, tapi di sekolah yang sama, di kelas yang sama. Kini mereka berdiri di bawah atap yang serupa, namun dengan jarak yang jauh lebih dingin dari sebelumnya. Mereka tidak berbicara. Tidak saling menyapa. Hanya tatapan yang sesekali bertabrakan-penuh amarah yang tertahan, rindu yang tak diakui, dan bayang-bayang masa lalu yang belum benar-benar mati. Mereka mencoba menjadi asing, tapi hati tidak pernah bisa benar-benar lupa. Dan pertanyaannya kini sederhana: apakah kisah ini akan berakhir sebagai dendam yang terus tumbuh, atau diam-diam menjadi awal dari pertemuan yang tak pernah mereka duga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines