Sebuah Janji

Sebuah Janji

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 27, 2018
"Aku berharap kelak kita akan bertemu dan bersama lagi" kutatap tepat di mata coklat nya, dan seketika jatuhlah cairan bening tersebut tanpa ku ijinkan. kemudian ku keluarkan kenang-kenangan untuknya, kemudian ku letakkan di telapak tagannya. Dia pun membukanya dan nenatapku "Aku akan menunggumu", ujarku pilu. Kemudian, dia menghapus air mataku "Aku berjanji, setelah aku mengejar impianku, aku akan kembali padamu. Tenanglah aku takkan melupakan dirimu", aku mengangguk lemah. "Terima kasih atas hadiah yang kamu beri, aku akan mengenakannya nanti" sambil tersenyum manis padaku. "Selamat tinggal" ujarku sarat dengan kesedihan.
All Rights Reserved
#599
promise
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Side Effect: The Dilemma (END)
  • Wrong Dream
  • You Got It
  • YOUNIVERSE (Tahap Revisi)
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Rainy Day (complete)
  • Terima Kasih, Benua ✓
  • Plot Twist
  • Oddly Coupley (Complete)

Pria itu menatapnya dengan tenang, "kamu ingat perjanjian terakhir kita?" Hanami mengerutkan keningnya, "perjanjian? Kontrak kerja?" dia bertanya heran. Rian berdecak pelan, dia kemudian membuang puntung rokoknya. "Ini sudah lebih dari lima tahun, Hanami." Katanya, "kita sama-sama belum menemukan seseorang, bukankah sesuai kesepakatan, kalo kita harus kembali?" Kini giliran Hanami yang berdecak, tidak menyangka kalau Rian masih mengingat kesepakatan konyol yang mereka buat beberapa tahun yang lalu. "Kesepakatan tidak tertulis yang dilakukan dua bocah, itu gak ada artinya, Pak Adrian," ucapnya, setengah mendengus. "Kamu percaya takdir?" tanyanya, menatap lurus ke arah depan. Yang bisa dilakukan Hanami hanya menghela napas, dia enggan membahas ini. Kesepakatan itu sudah ia lupakan sejak lama, kenapa pria ini tiba-tiba membahasnya. "Menikah sama saya, Hanami."

More details
WpActionLinkContent Guidelines