FATE X BBH

FATE X BBH

  • WpView
    Membaca 22
  • WpVote
    Vote 12
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Nov 25, 2018
WpInfo
Fiksi Penggemar
Blackpink
Aku tahu, kalau aku telat mencintaimu, telat hadir dalam kehidupanmu, dan telat untuk mendapatkan cintamu. Sungguh, aku hanya ingin hadir dalam kehidupanmu dan mencintaimu hingga akhir hayatku. Bukannya aku ingin mengganggu hubunganmu dengan dia, tetapi aku hanya ingin kau merasakan apa yang aku rasakan karena tidak bisa mencintaimu terlalu dalam. Seperti berhenti melangkah untuk jatuh ke dalam lubang yang paling dalam agar aku tidak bisa keluar. Tetapi, jika takdir memilih kita untuk bersama disisa hidup kita, apa kamu akan menolak itu semua? Tentanglah takdir sekuat tenagamu, hingga jarum jam melangkahkan mundur. Takdir yang paling menguasai kita, skenario hidup, masalah yang datang bertubi-tubi, serta kapannya datang kebahagiaan didampingi kesedihan. Asal kamu tahu, aku mencintaimu karena takdir memang memperintahkanku untuk mencintaimu. Entah, apa yang takdir perintahkan untukmu, aku tidak peduli, aku hanya berharap bahwa takdir memperintahkanmu untuk mencintaiku sampai akhir hayat hidupmu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#43
relationshipgoals
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • You're Here, But Not For Me
  • Encourager ✔
  • Gwenchana, Ara
  • Cahaya Dirimu
  • Spring Day ✓
  • PERFECT GIRL - JENLISA
  • The Time That I Loved You -> K.J.I
  • Sadness
  • Reason (✔)
  • IF YOU

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan