Story cover for Redup by MentariWahyuHarhida
Redup
  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 15
  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 15
Ongoing, First published Nov 21, 2018
Ibarat yang patah tak bisa tumbuh, layaknya yang putus tak bisa tersambung dan persisnya yang pergi tak akan kembali, begitulah.

   Tentang Arin yang bahagia bertemu Rey yang membuatnya lupa akan masa lalu yang suram. Membuat Arin merasa harapan untuk bahagia telah kembali. Tetapi Rey, pria yang tak mudah untuk memberi ruang untuk Arin terkadang membuat Arin dalam abu-abu. Sampai titik dimana semuanya berakhir begitu saja tanpa ada ikatan diantara mereka.

"Aku bisa buat yang patah itu kembali tumbuh, yang putus itu tersambung dan kamu bisa percaya kalau apapun yang pergi bisa digantiin dengan lebih baik, begitulah juga" -Arin
All Rights Reserved
Sign up to add Redup to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI) by Ayu_Wandira1
31 parts Complete
"Rafael" kata itu meluncur dengan sendirinya. "Kamu tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" Tanya Rafa. Ia memperhatikan tubuh Arin, ia memastikan tidak ada terluka sedikitpun ditubuhnya. Rafa mengenal wanita berparas cantik itu. Pertama kali ia lihat bahwa itu adalah Arin, calon adik ipar. Dulu Rafa, mengenal Arin saat Arin masih kecil, kira-kira ia masih duduk di sekolah dasar, dan sekarang tumbuh sebagai wanita dewasa. Oh Tuhan, kenapa Arin tumbuh begitu cantik, kulitnya pucat seperti porselen, tidak pernah disentuh. Matanya begitu bening dan hidungnya mancung. "Saya tidak apa-apa, kesayangan, kenapa bisa hancur begini" Arin melangkah mendekati ponsel miliknya, ia memunguti satu persatu kepingan-kepingan ponsel miliknya. Kesayangan? Ternyata Arin menyebut ponsel itu dengan kata kesayangan. Rafa ingin tertawa, Rafa lalu mendekati Arin, dan ikut berjongkok memunguti kepingan-kepingan ponsel Arin yang hancur berderai. Diliriknya lagi Arin dihadapannya. "Maaf, saya akan mengganti ponsel baru untuk kamu" ucap Rafa mencoba memberi solusi. Sesungguhnya kejadian tadi bukan salah ia sepenuhnya. Arin lah yang tidak melihat arah tujuannya, Arin lebih asyik dengan layar ponsel itu. Sehingga menyebabkan adegan tebarkan itu. "Tapi, disini banyak foto-foto saya". "Yasudah nanti kita ke konter, saa yakin pihak konter tahu cara memindahkan foto-foto kamu itu" Rafa lalu berdiri, dan kembali menatap Arin. "Kamu kenapa bisa ada disini, Arin?" Tanya Rafa. "Liburan" ucap Arin ia malah menyengir. "Sendiri?". "Iya dong, sama siapa lagi". "Liburan sendiri itu tidak baik, kalau terjadi apa-apa bagaimana? Ini Bangkok loh" ucap Rafa, lalu duduk dikursi tunggu, diikuti juga oleh Arin. "Tapi, saya sudah biasa kok. Kamu kenapa ada disini?". "Saya ada urusan kerja" ucap Rafa. "Jadi gimana, handphone saya?".
Embrace again, Arnan by chocobanana795
9 parts Complete Mature
Leana tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan kembali dihadapkan pada bayang-bayang masa lalu yang kelam. Ketika ia menemukan Arnan, seorang pria muda yang koma akibat kecelakaan misterius, naluri iba dan rasa kemanusiaannya mendorongnya untuk merawatnya. Selama seminggu penuh, Leana menjaga pria itu tanpa mengetahui siapa sebenarnya dirinya. Bertahun-tahun sebelumnya, Leana kehilangan kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan mobil. Tragedi itu merenggut segalanya darinya, meninggalkan luka mendalam yang tak pernah sepenuhnya sembuh. Kini, takdir seolah mempermainkannya kembali, membawa Arnan-pemuda yang ternyata terhubung dengan luka terbesarnya. Ketika keluarga Arnan akhirnya menemukannya, rahasia kelam terkuak: ayah Arnan adalah orang yang berada di balik kemudi saat kecelakaan yang merenggut orang tua Leana terjadi. Luka lama yang seharusnya terkubur kembali terbuka, memisahkan mereka dalam rasa sakit dan kebencian. Arnan, yang tak bersalah, berjuang menebus dosa ayahnya, sementara Leana dihadapkan pada pilihan sulit: membenci pria itu atau menerima kenyataan yang tak dapat ia ubah. Namun, saat Arnan memilih menjauh demi menghentikan luka, sebuah fakta mengejutkan dari masa kecil mereka terungkap, mengubah segalanya. Bertahun-tahun kemudian, di sebuah pertemuan tak terduga, mereka dipersatukan kembali. Cinta, luka, dan penyesalan memandu mereka dalam perjalanan terakhir. Tapi, bisakah mereka mengatasi bayang-bayang masa lalu yang terus menghantui? Ataukah takdir telah menetapkan akhir yang berbeda untuk kisah mereka?
The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia] by shazzy1612
40 parts Complete Mature
Prolog - The Memory Between Us [Kenangan Antara Kita] Mereka bilang, waktu akan menyembuhkannya. Tapi dua tahun telah berlalu, dan Ling masih menatap keluar dari jendela kaca penthouse-nya, jemari menggenggam cangkir kopi dingin yang tak pernah ia habiskan. CEO. Pewaris. Tunangan dari seorang hantu. Dunianya runtuh sekali... Lalu kembali hancur saat ia dipaksa menikah dengan seseorang yang bahkan bukan miliknya sejak awal. Janji itu bukan untuknya. Pakaian itu juga bukan miliknya. Tapi nama di akta pernikahan? Ling Ling Kwong. Dan mempelai di sisinya? Orm. Tunangan adiknya. Itu seharusnya sementara. Sebuah kontrak. Hanya satu tahun untuk menjaga nama baik keluarga-lalu pergi. Tapi tak ada yang memberitahunya bahwa cinta tak tunduk pada kontrak. Dan tak ada yang memperingatkannya betapa kejamnya kenangan. Karena saat Ling akhirnya membuka hatinya lagi... Orm melupakan segalanya. Melupakan tawa mereka. Pertengkaran mereka. Janji mereka. Melupakan dirinya. Dan kini, Ling tak yakin masih punya kekuatan untuk kehilangan Orm sekali lagi. DISCLAIMER Cerita ini sepenuhnya fiksi. Tidak ada hubungannya dengan kejadian, individu, atau entitas di dunia nyata, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. Ling Ling Kwong & Orm Kornnaphat, tentu saja, adalah gadis-gadis yang luar biasa dan tidak seperti karakter yang digambarkan dalam fanfiksi ini. Ingat, ini hanyalah fanfiksi! Selamat membaca! **Semua foto dikreditkan kepada pemiliknya masing-masing.
You may also like
Slide 1 of 10
SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI) cover
Embrace again, Arnan cover
The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia] cover
LUCE MIA cover
Ex or New? [REVISI] cover
Tentang Lionel : Cerita dari Catherina cover
ANTARA DOA DAN RASA cover
Yes, I Will cover
If Only.. (Seandainya..) I LingOrm cover
Melihat Cinta dalam Gelap cover

SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI)

31 parts Complete

"Rafael" kata itu meluncur dengan sendirinya. "Kamu tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" Tanya Rafa. Ia memperhatikan tubuh Arin, ia memastikan tidak ada terluka sedikitpun ditubuhnya. Rafa mengenal wanita berparas cantik itu. Pertama kali ia lihat bahwa itu adalah Arin, calon adik ipar. Dulu Rafa, mengenal Arin saat Arin masih kecil, kira-kira ia masih duduk di sekolah dasar, dan sekarang tumbuh sebagai wanita dewasa. Oh Tuhan, kenapa Arin tumbuh begitu cantik, kulitnya pucat seperti porselen, tidak pernah disentuh. Matanya begitu bening dan hidungnya mancung. "Saya tidak apa-apa, kesayangan, kenapa bisa hancur begini" Arin melangkah mendekati ponsel miliknya, ia memunguti satu persatu kepingan-kepingan ponsel miliknya. Kesayangan? Ternyata Arin menyebut ponsel itu dengan kata kesayangan. Rafa ingin tertawa, Rafa lalu mendekati Arin, dan ikut berjongkok memunguti kepingan-kepingan ponsel Arin yang hancur berderai. Diliriknya lagi Arin dihadapannya. "Maaf, saya akan mengganti ponsel baru untuk kamu" ucap Rafa mencoba memberi solusi. Sesungguhnya kejadian tadi bukan salah ia sepenuhnya. Arin lah yang tidak melihat arah tujuannya, Arin lebih asyik dengan layar ponsel itu. Sehingga menyebabkan adegan tebarkan itu. "Tapi, disini banyak foto-foto saya". "Yasudah nanti kita ke konter, saa yakin pihak konter tahu cara memindahkan foto-foto kamu itu" Rafa lalu berdiri, dan kembali menatap Arin. "Kamu kenapa bisa ada disini, Arin?" Tanya Rafa. "Liburan" ucap Arin ia malah menyengir. "Sendiri?". "Iya dong, sama siapa lagi". "Liburan sendiri itu tidak baik, kalau terjadi apa-apa bagaimana? Ini Bangkok loh" ucap Rafa, lalu duduk dikursi tunggu, diikuti juga oleh Arin. "Tapi, saya sudah biasa kok. Kamu kenapa ada disini?". "Saya ada urusan kerja" ucap Rafa. "Jadi gimana, handphone saya?".