NO LIFE

NO LIFE

  • WpView
    Reads 120
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 10, 2018
Ardani Putra, pemuda pendiam yang memiliki kehidupan monoton. Mengaku dirinya seorang nolep alias ga punya kehidupan. Selalu berharap mati, tapi terlalu takut untuk bunuh diri. Sampai ia mengenal seseorang lewat sosial media yang perlahan mengubah dirinya. Hingga akhirnya, sebuah tragedi memaksa dirinya, bertarung melawan kematian yang ia selalu harapkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SATU IKATAN, 7 JIWA [End]
  • Transmigrasi Indigo || END
  • The Villa (Tamat)
  • THE PSYCHOPATH
  • Melukis Kesedihan Ava { TERBIT }
  • DIE : Future Is Not Real [COMPLETED]
  • APA BEDANYA ?
  • Gadis Misterius (PROSES REVISI)
  • Good Neighbor
  • The Same

[ FOLLOW AKUN AUTHOR SEBELUM BACA ] Tujuh anak laki-laki -Rendra, Dimas, Ardan, Fadly, Raka, Juna, dan Revan-dipertemukan dalam kelompok konseling sekolah. Dengan latar belakang yang berbeda, mereka awalnya enggan berbicara satu sama lain. Namun, perlahan, mereka mulai saling memahami, menganggap kelompok itu sebagai tempat pelarian dari tekanan hidup masing-masing. Namun, suatu malam, mereka menerima pesan anonim yang meminta mereka untuk bertemu di sebuah bangunan tua. Ketika mereka tiba, mereka menemukan bahwa tempat itu dipenuhi dengan teka-teki, jebakan, dan ancaman yang menguji mental dan fisik mereka. Satu per satu, mereka mulai tewas dalam keadaan misterius-baik karena jebakan maupun konflik antaranggota. Setiap kematian mengungkapkan rahasia gelap yang selama ini mereka sembunyikan. Rendra ternyata mencuri uang konseling untuk keluarganya, Dimas memiliki rencana balas dendam pada seseorang di kelompok itu. Akhirnya, hanya satu dari mereka yang selamat, tetapi dengan harga mahal: semua trauma, rasa bersalah, dan pengkhianatan itu terus menghantui dirinya. © 𝟐𝟎𝟐𝟓 𝐌𝐚𝐝𝐚𝐦𝐞 𝐓𝐢𝐬𝐚𝐥𝐢𝐚 (𝐓𝐈𝐒𝐀𝐒𝐀𝐌𝐀). All rights reserved.

More details
WpActionLinkContent Guidelines