DIA
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 24, 2018
Aku disini. Sendiri di tempat yang gelap. Tidak memiliki keberanian untuk mencari cahaya. Terdiam menunggu cahaya itu datang dengan sendirinya. Seketika cahaya itu datang. Membuat diri ini berani untuk mencari cahaya lain. Mencoba untuk membuang semua beban yang menumpuk di pundak. Aku melihat mu disana. Di ujung jalan yang sepi. Dengan membawa sebucket bunga mawar putih yang indah. Tapi apa daya, aku tidak memiliki keberanian untuk menggapaimu
All Rights Reserved
#875
wattpadindo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • Last Twilight
  • I'M TALISA
  • LUKA
  • SERENDIPITY [COMPLETED]
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • please stop it!! [Ending]
  • RAPUH!

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines