Gelembung Waktu (END)

Gelembung Waktu (END)

  • WpView
    Reads 4,960
  • WpVote
    Votes 461
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadComplete Sat, May 16, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Heran, ketika melihat teman-temanku memulai pertengkaran perihal ibadah. Padahal hubungan kami awalnya baik-baik saja. Entah pikiran negatif apa yang membuatku berpikir, andaikan tidak ada perbedaan yang menjadi biang pertikaian, terutama agama. Namun, aku tidak tahu bahwa hukuman karena membiarkan pertengkaran mereka adalah harus berurusan dengan Bayangan hitam tanpa tubuh yang terus mengikutiku dan ternyata hanya aku saja yang bisa melihatnya. Tak cukup sampai di sana, Bayangan itu melemparku ke tempat yang belum pernah ku lihat sebelumnya, tempat "kedamaian sejati" berada. ---- Covernya Islami? Yups, ini genre spiritual psikologi. Namun yang membedakannya adalah cerita ini penuh fantasi dan sub genre fiksi ilmiah. Emang bisa? Apa sih yang gak bisa di dunia tulis menulis ^^?
All Rights Reserved
#54
kehancuran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Setia Di Hati (Selesai)
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • Assalamualaikum Aqis✔ [REVISI]
  • WUNDE ( Selesai )
  • Resyakilla ✓
  • [As3] Cerita Aku, Kamu Dan Kita
  • Quant (On Going)
  • Lintas Rasa (Completed)
  • Visual Penggerak Pena [Kumcer]

#MantanSeries Bila orang bilang hal yang paling berpengaruh itu adalah perpisahan tanpa pesan, maka aku tidak menyetujuinya. Sebab, bagiku yang paling mempengaruhi bukan perpisahan tanpa pesan akan tetapi pertemuan kembali setelah perpisahan tanpa pesan. Dan hal itu, sangat berpengaruh pada cerita yang sudah dianggap selesai tapi kenyataannya belum. Dan kisah ini, sejujurnya aku tak ingin mengulanginya sebab ketika kenangan yang sudah berhasil dikubur mencuat kembali akan membawa cerita yang berbeda dengan kenyataan yang sempat diharapkan. -Setelah sekian lama kita tidak berjumpa. Aku kini mulai berpikir, apa yang harus kulakukan jika kita dipertemukan kembali. Haruskah aku menyambutmu dengan pelukan hangat ataukah kusambut dengan derai air mata kerinduan. Dan ternyata, setelah sekian lama. Kala waktu kita bertemu, ternyata kita bagai dua orang asing yang saling mengenal.- ----> Mawarmay Kediri, 23 September 2019 Cerita ini hanya fiksi semata, apabila ada kesamaan tempat, nama tokoh, kejadian dan beberapa hal yang mungkin terasa tidak asing maka ini hanya imajinasi dari penulis yang tertuang dalam kata. Jadi mohon dimaklumi atas unsur ketidakpastian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines