Story cover for When The Sun Rises by novirarizki
When The Sun Rises
  • WpView
    LECTURAS 117
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 117
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado nov 22, 2018
-- MY SECOND STORY --

Kita semua tahu kapan matahari terbit dan terbenam. 

Kita pun mengerti bila matahari terbit maka di sanalah cahaya itu ada. Cahaya Sang Raja Siang. Cahaya pemusnah kegelapan.

Tapi jangan lupakan bahwa matahari tak selamanya bersinar. Ada kalanya siang menjadi malam, dan ada saatnya Sang Raja Siang terganti dengan Si Dewi Malam. 

Tak ada yang terkuat, yang ada hanya kapan waktunya mereka datang.

               --MY SECOND STORY--

Warning!!! 

#BEDA BANGET SAMA 3J
#BEDA CERITA, BEDA SUASANA
#JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
#HARAP HARGAI AUTHOR
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir When The Sun Rises a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#13when
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Bawa Aku Pulang (End) de Rizardila
9 partes Concluida
By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
𝐁𝐢𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 & 𝐉𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚  cover
SUNSHINE 2.0 ☀ NoHyuck ☀ cover
The Secret love of TaeRin cover
Sun & Moon [JINRENE] √ cover
KAKAK KELASKU YANG SEKSI (TAMAT) cover
Bawa Aku Pulang (End) cover
Between Us (Jihyo X Hyunjae) END cover
Come Back cover

𝐁𝐢𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 & 𝐉𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚

20 partes Continúa

Di season kedua ini, kisah cinta Bintang dan Jingga semakin berkembang meski keduanya masih enggan mengungkapkan perasaan yang sebenarnya. Bintang, siswa kelas XII yang cool dan sedikit nakal, dan Jingga, siswi kelas XI yang ceria dan tangguh, semakin sering menghabiskan waktu bersama. Namun, pendekatan mereka unik-bukan dengan kata-kata manis langsung, melainkan lewat keisengan kecil dan permainan mengejar yang penuh tawa. Bintang sering jahilin Jingga, seperti mencuri ikat rambutnya dan berlari kencang, memancing Jingga untuk mengejar sambil tertawa kesal. Momen-momen sederhana ini justru membuat mereka semakin dekat, membuka lembaran baru hubungan yang belum sepenuhnya diungkapkan. Season ini penuh dengan kejutan manis, tawa ringan, dan perasaan yang mulai tumbuh diam-diam. Apakah Bintang dan Jingga akan berani melangkah lebih jauh? Ataukah mereka akan terus bermain-main dalam permainan cinta yang seru dan penuh warna?