Alverand

Alverand

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 22, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Kehidupan seorang gadis yang telah bertunangan dengan seorang laki laki seumurannya. Veranda Lauradhita dengan Alvero Adhitama, keduanya memiliki sifat mirip tetapi mereka saling membenci satu sama lain. Namun, kehadiran Vera perlahan membuat Vero merasa nyaman dan muncul benih cinta di dalam hatinya. Ditambah kehadiran orang ketiga membuat Vero harus berjuang demi mendapatkan hati Vera. Cinta setelah pertunangan, bukanlah hal aneh bagi Vero. Akankah Vero berhasil untuk mendapatkan hati Vera? Atau haruskah ia merelakan Vera dengan orang lain?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Awas Jatuh Cinta
  • JUDGEMENTAL
  • LDR (Logika Dalam Rasa)
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • ASYHILA(COMPLETED)
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • DITINGGAL RABI

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines