CINTA TERLARANG

CINTA TERLARANG

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 25, 2018
Aku tertegun menatap mata kelam yang sedikit berkabut. Seperti ada luka terbias di sana. " Maaf jika aku memilih menjauh darimu Ray..,mungkin ini yang terbaik bagi kita ," bisikku perlahan. Ray menatapku. Sendu dan patah. " Aku mengerti, meski ini sangat berat bagi kita...," ucap Ray sambil menggenggam lembut jemariku. " Ya Ray...,bukan karena rasa yang berubah namun karena realita yang membuat kita tak mungkin meneruskan hubungan ini ," suaraku tercekat menahan tangis. Ray hanya terdiam dalam bisu. Kami tenggelam dalam kecamuk duka. Duka sebuah cinta terlarang. Batam22112016 Edith Agastya 20.16 wib
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Secangkir Teh
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • Sirna | Park Sungjin AU
  • Arunika
  • FATE'S CRUEL KINSHIP (SELESAI)✅

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines