CINTA TERLARANG

CINTA TERLARANG

  • WpView
    LECTURAS 3
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, nov 25, 2018
Aku tertegun menatap mata kelam yang sedikit berkabut. Seperti ada luka terbias di sana. " Maaf jika aku memilih menjauh darimu Ray..,mungkin ini yang terbaik bagi kita ," bisikku perlahan. Ray menatapku. Sendu dan patah. " Aku mengerti, meski ini sangat berat bagi kita...," ucap Ray sambil menggenggam lembut jemariku. " Ya Ray...,bukan karena rasa yang berubah namun karena realita yang membuat kita tak mungkin meneruskan hubungan ini ," suaraku tercekat menahan tangis. Ray hanya terdiam dalam bisu. Kami tenggelam dalam kecamuk duka. Duka sebuah cinta terlarang. Batam22112016 Edith Agastya 20.16 wib
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • TAK BERSAMBUT
  • Mahligai Sunyi
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Arunika
  • Sirna | Park Sungjin AU
  • My Little Monster - Completed
  • FATE'S CRUEL KINSHIP (SELESAI)✅

[BELUM DI REVISI] So, typo masih berserakan~ About, dua pilihan yang sulit ditentukan. --------------------------------------------------- "Gue nggak mau basa basi" Rehan memalingkan wajahnya. "Gini aja.. Gue kasih pilihan buat lo. Gue atau Rendy?" "Emangnya salah gue apa sih sampe lo kayak gini?" Fix, gue nangis sekarang. Gue tau apa salah gue. Tapi sampe melampaui batas apakah kesalahan gue sampai sampai Rehan kayak gini ke gue? "Lo tanya salah lo apa, apa nggak bisa intropeksi diri yah?!" Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Rehan, semua badan gue gemeteran. Entah karena nada suaranya yang meninggi ataupun auranya yang seolah ingin menerkam gue sebagai mangsanya. Gue mencoba menetralkan semua badan gue yang gemeteran dan menyeka air mata yang udah nggak kehitung lagi jumlahnya. Diam sejenak. "Kalo lo mau jawaban dari gue, gue nggak bisa jawab. DAN GUE NGGAK BISA MILIH" Ucap gue dengan penuh penekanan. ®2019

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido