Moon and Sun

Moon and Sun

  • WpView
    Reads 137
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 24, 2019
Matahari dan bulan. Terang dan gelap. Dua dunia yang berbalikan. Dua hal yang sangat berbeda. Namun, dipertemukan dalam suatu ikatan. Dilahirkan dengan kekuatan positif. Disayangi oleh semua orang. Memberi kenyamanan yang tiada tara. Sangat berbalikan dengan dirinya. Tak ada yang mengerti dirinya. Tak ada yang menyayanginya. Tak seorang pun. Takdir yang membawanya. Kesialan yang menimpanya. Membuat semuanya terlihat berbeda. Hanya karena sebuah kesialan. Kesialan yang membuat hidupnya sangat berbeda dari dia. Kebencian dan kemarahan memenuhi dirinya. Mengalir bagaikan darah. Jika disuruh memilih, dia tak akan mau menjadi dirinya. Takdir yang membawanya, kesialan yang menaunginya. Tak ada yang mengerti.... Bahwa dia bukanlah dia. --- "Siapa namamu gadis manis?" "Aku Moon," jawab gadis itu dengan dinginnya.
All Rights Reserved
#101
bahasaindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • STAR'SMOON
  • Benang Senja
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • ALTARSYA
  • Syal Merah
  • Rassenkrieg: Absquatulate
  • ESPINA DE ROSA I : The Shattered Crown [ON GOING]

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines