We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tsabat Syauqi

Tsabat Syauqi

  • WpView
    Reads 7,409
  • WpVote
    Votes 515
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 1, 2019
WpInfo
Fiction
Social Themes
Takdir yang membuat hidupnya berwarna. Rindu yang ia pendam pada seseorang yang jauh disana. Ternyata tak mampu membuat dia berhenti. ~Arsyfa Malika Jannah~ "Haruskah aku berhenti menunggumu, dan memendam rindu seorang diri?" ~Arkan Abidzar Fatih al Bassam~ "Maaf, harusnya aku tidak meninggalkan mu, maaf karena tak bisa mengembalikan semua" ~Alman Azzamy Syauqi~ "Aku hadir di antara mereka, memecah jarak antara aku dan dia,apakah ini semua salahku? " ~Nafisah Aura Syafiq~ "Aku tidak tau harus bagaimana, mengenalmu adalah pilihanku, sementara jatuh cinta padamu sungguh itu diluar kendaliku" Perjalanan rasa dalam diam yang sulit untuk di tebak. Akhir kisah mereka tak ada yang tahu. Tetapi, Allah mengetahui apa yang terbaik untuk mereka. Kisah yang banyak menguras air mata, kesabaran, ketabahan, dan kesetiaan.. Akankah perjalanan mereka berjalan mulus, Dapatkah mereka menerima takdir yang telah Allah tetapkan.. Mungkinkah kesabarannya dan kesetiannya berakhir bahagia... Temukan jawabannya setelah membaca ya:v Sequel dari "Rasa dalam diam"
All Rights Reserved
#237
sabar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Jodoh Pilihan
  • Izinkan sekali saja
  • Alesya
  • Selection
  • Hug me! (my lady)
  • Skenario Allah✔[End]
  • Tertulis Dalam Doa
  • Ternyata Takdirku adalah Kamu

Denting luka dan riuh kehilangan berbaur jadi satu. Pecahan-pecahan perasaan berserakan di lantai jiwa kita. Rahasia yang terlalu lama disembunyikan kini berubah menjadi beban yang tak tertanggungkan. Kita mulai kehilangan-satu per satu. Kejujuran ternyata bukan hanya soal berkata benar, tapi soal keberanian untuk menanggung luka setelahnya. Kita takut berbagi sakit, takut menumpahkan amarah, takut mengakui betapa bersalahnya kita. Dan ketika semuanya pecah, hanya diam yang tersisa. --- "Dirta, jaga mereka baik-baik, ya? Aku pergi duluan. Aku sayang kamu..." - Aletha

More details
WpActionLinkContent Guidelines