Senja Terakhir

Senja Terakhir

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 4, 2018
Senja memberiku pelukan nyaman saat aku menatapnya. Jika aku kesepian, aku kembali melihat senja. ~Adel Senja dan jingga adalah pasangan paling serasi di muka bumi ini. Mengalahkan pasangan romeo dan juliet serta rama dan sinta. ~Jingga Senja mengajarkanku arti kata 'rela'. ~Dewi Senja lebih tau caranya pamit dengan semburat jingganya yang indah. ~ Tiara .... Senja mampu mempesona setiap orang yang melihatnya, memberikan inspirasi bagi pujangga cinta. Membawa arti yang hanya bisa dimengerti sebagian orang saja. ©2018
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja dan Jingga
  • Miracolous
  • Tanyakan Namaku Pada Senja
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • SENJA KU SENJA MU
  • SENJA ✔ [ COMPLETED ]
  • Senja
  • Memories at the end of dusk
  • SENJA JINGGA
  • Diary [COMPLETED]

Senja itu indah, bukan? Dia terlihat menenangkan, damai, namun apa yg kita tahu lebih dari itu? Mungkin saja dia menyimpan emosi, dan kesedihan di dalamnya? Dan jingga, dia tak akan lepas dari senja. Senja dan Jingga yang ditakdirkan harus tetap bersama, saling melengkapi oleh semesta. Tanpa jingga, tidak akan ada yang namanya senja, dan tanpa senja, jingga pun tidak bermakna. Mereka akan sempurna saat bersama. Namun, ini bukanlah tentang senja berwarna jingga yang berada di atas langit sana--mereka hanyalah seorang kakak-adik yang saling melengkapi. Tentang Jingga--sang kakak yang harus menjadi tulang punggung keluarga, jadi ayah serta ibu untuk adiknya, dan harus tetap kuat disaat jiwa dan raganya sudah lelah. Semua itu hanya demi satu orang--adiknya. Senja. Senja terlahir tidak normal seperti anak-anak lainnya. Dia memiliki gangguan spektrum autisme hingga seringkali Jingga merasa cemas saat harus meninggalkan sang adik. Tak ada kerabat yang peduli, bahkan ayahnya pun lepas tangan, ia jarang sekali pulang. Kalaupun ia pulang, hanya untuk menuntut uang pada Jingga--untuk berjudi dan mabuk-mabukan. Di tengah kerasnya kehidupan Di tengah kejamnya dunia Akankah Jingga menemukan cahaya bersama Senja? Ataukah Jingga dan Senja akan tenggelam, hilang ditelan langit yang gelap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines