Story cover for Smile by sukritamvan
Smile
  • WpView
    Reads 518
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 518
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 2
Complete, First published Nov 23, 2018
Ditengah gulita malam menatap lurus kedepan. Membiarkan sang bayu berhembus menerpa kulit dan bermain dengan rambut.

       Iris arang sekelam malam sesekali bersembunyi dibalik kelopak. Memandang sang rembulan yang ditemani oleh ribuan kartika. Dilema akan masalah yang tak ada habisnya.

       Tak jarang terbesit dalam pikiran untuk mengakhiri segalanya. Namun sekarang ia tahu, bahwa ia tak perlu lagi melakukan apapun.

       Cukup dengan membiarkan sang maut menjemput dan membawanya kepada sang pencipta. Kemudian, menjadi salah satu dari ribuan kartika indah yang menghiasi malam.


#dalam tahap revisi
All Rights Reserved
Sign up to add Smile to your library and receive updates
or
#100problem
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Once and Never Again cover
Our Home Lost in This House cover
A Thousand Light for Kazuma ✔ cover
The Chaos After You [ COMPLETE ] cover
Rahasia Rasa (COMPLETE) cover
Keazen (a sly world) TERBIT!  cover
Gupta cover
A Hundred Days Closer [On Going] cover
ARNWOLF (END) cover
SUARA BIA (TAMAT) cover

Once and Never Again

7 parts Ongoing

-sebuah kisah tentang bertahan, melangkah, dan hal-hal kecil yang tetap tinggal bahkan setelah waktu pergi. Di antara seragam putih-abu, buku pelajaran, dan jalanan yang dilintasi dengan napas lelah, Lunar menyimpan dunia yang jarang dilihat orang lain. Ia bukan siswa yang menonjol, bukan juga tokoh utama dalam cerita siapa pun. Tapi ia menyimpan puing-puing ketabahan-dalam diamnya, dalam cara ia menulis, bekerja, dan mencintai tanpa banyak suara. Suatu masa dalam hidupnya, ia bertemu seseorang yang tak direncanakan. Bukan cinta besar, mungkin. Tapi cukup untuk membuat jantungnya belajar irama baru. Ia mencoba menata kembali cerita yang dulu hanya ia simpan sendiri. Tentang hujan dan bangku kosong, tentang jendela kelas dan panggilan dari seseorang yang tak pernah ia sangka akan begitu berarti. Karena beberapa cerita tidak pernah benar-benar selesai. Mereka hanya menunggu waktu yang tepat untuk diceritakan kembali.