JUANARA

JUANARA

  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 28, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Juang meratap, Melolong tertahan bagai induk betina yang kehilangan anaknya. Kertas lusuh itu jatuh dari genggaman Juang yang tertunduk pilu. Hatinya dihujam panah berpuluh ribu. Sakit tercabik, hancur patah. Semua ini sungguh menyakitkan. "Aku mencintaimu, Nara." Juang beranjak, menatap sesuatu itu sebentar sebelum ia benar benar R E L A Ini tentang Naraya, tentang perjuangannya untuk seorang Juang. Tentang bagaimana menghargai selagi masih ada. Tentang bagaimana menghargai apa - apa yang kita punya sebelum diambil paksa semesta. Ini Juanara, kombinasi pahit dari dua orang yang kisahnya pelik. Amanda Salsa Aziziana 23 November 2018
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naura & Lukanya
  • 𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • TRAUMA
  • THIS IS ME, KEIRA [TAMAT]
  • Nathalea
  • Unfinished Goodbye
  • Semesta dan Lukanya [TERBIT]
  • About You
  • Dear Baskara [End]

⚠️⚠️⚠️⚠️ PERINGATAN: Cerita ini murni hasil pemikiran pribadi penulis. Jika terdapat kesamaan nama tokoh, alur, tempat, maupun kejadian, hal tersebut murni kebetulan dan di luar kendali penulis. Naura dan Lukanya adalah cerita tentang seorang perempuan yang terlalu lama memeluk lukanya sendirian. Tentang hati yang terbiasa pura-pura kuat, meski diam-diam hancur setiap malam. Naura tumbuh bersama kehilangan, kekecewaan, dan rasa sakit yang perlahan mengubahnya menjadi seseorang yang sulit percaya bahwa dirinya pantas dicintai dengan utuh. Hingga sebuah pertemuan yang awalnya terasa salah mempertemukannya dengan seseorang yang tidak pernah ia duga akan menjadi rumah. Pertemuan yang datang di waktu paling kacau, dengan cara yang tidak baik-baik saja, namun justru membawa mereka saling menemukan bagian diri yang selama ini hilang. Ia hadir bukan untuk menghapus luka Naura, melainkan menemani setiap proses sembuhnya. Memahami semua sisi rumit yang bahkan sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tetap tinggal ketika dunia memilih pergi. Dan untuk pertama kalinya, Naura belajar bahwa dicintai tidak selalu harus menjadi sempurna terlebih dahulu. Karena terkadang, orang yang tepat datang bukan dengan cara yang indah. Namun hadir di saat paling hancur, lalu perlahan mengajarkan bahwa luka juga pantas dipeluk, bukan disembunyikan sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines