Sang Pemanah

Sang Pemanah

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 29, 2018
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Dia menundukkan wajahnya. Rambut panjang namun kusut miliknya menutupi wajah. Seluruh tubuhnya memang penuh dengan luka, namun hatinya seakan ditumbuhi ribuan bunga. Dia bahagia bisa mengingat semuanya dengan jelas di detik-detik terakhirnya. "pergilah, mereka membutuhkan kalian", ucapnya lirih. Hening, tidak ada satupun dari tiga orang yang di depannya ini yang menyahuti. Mereka tetap berdiri, memandangi Kinar yang terkulai tak berdaya di hadapan mereka. Suara ledakkan, tembakkan serta dentingan logam yang saling beradu menjadi musik latar saat ini. "apa tidak apa-apa meninggalkan Kinar di saat-saat seperti ini..?", Rudi bertanya. Meski baru satu tahun ia mengenal Kinar, ia sudah menganggapnya lebih dari sekedar rekan dalam tim. "ya, dia berada di tempat teraman disini", Kiran menjawab. Dilihatnya tempat mereka berada saat ini. Tembok yang menghalangi penglihatan musuh, gemericik air yang menghilangkan suara serta tumpukan bebatuan yang sedikit menghalangi jalan. Tempat yang sangat cocok untuk bersembunyi. "uhuk..!uhuk!", "KINAR...!!" entah sudah berapa kali Kinar terbatuk darah dalam sepuluh menit ini. Tangan kanan yg digunakan untuk menutupi mulutnya sudah berlumur darah. Rudi menggigit bibirnya, Ryan memalingkan wajah, Kiran menatap sendu. Sungguh, mereka tak ingin hal ini terjadi pada Kinar. "Hei..." panggil Kinar. Tangan berlumuran tangan miliknya ia ulurkan dengan susah payah. Dengan sigap Kiran segera memegang tangan bergemetar itu. wajah Kinar terangkat, Berhadapanlah dua wajah yang amat sangat mirip.Kinar dan Kiran. "Pastikan kita menang kali ini, kak" ucapnya. Kiran segera menatap wajah Kinar dengar keyakinan penuh. "tentu saja..! dan kamu bisa selamat..!!" mereka pun akhirnya melangkah pergi meninggalkan Kinar duduk sendiri. "Andai itu bisa...." kata Kinar hampir berbisik sembari menatap perginya tiga orang berseragam tentara yang menemaninya tadi sebelum kegelapan menelannya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Midnight Club
  • Wrong Part In My Story
  • Stay With Me  [On Going]
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • Tentang karen (HIATUS)
  • Nona Gandari (Terbit)
  • Di Balik Wajah yang Tak Menawan (End)

"Ketika cinta menjadi denyut terakhir, akankah takdir mengizinkan mereka untuk bersama?" Revan Alastair hidup di dua dunia yang berbeda. Di satu sisi, ia adalah pemimpin yang disegani di geng motor "Falcon," sosok yang tak kenal takut, dingin, dan sulit ditebak. Namun, di balik semua itu, ada sisi lain dari dirinya seorang pemuda yang tersembunyi di balik topeng keberanian, yang setiap hari bergumul dengan rasa sakit tak kasat mata. Penyakit bipolar dan masalah jantung menjadi teman yang tak pernah pergi, membuatnya merasa sendirian meski dikelilingi banyak orang. Rasa sakit itu, baik fisik maupun emosional, semakin nyata ketika malam tiba dan tak ada yang bisa mendengarnya. Di sisi lain, ada Kirana Elara, gadis berjiwa lembut yang selalu merasa terasing dalam hiruk-pikuk sekolah. Terluka oleh perlakuan teman-temannya dan kekurangan kasih sayang dari keluarganya, Kirana terbiasa menyembunyikan air mata di balik senyum manisnya. Hidupnya yang penuh kesunyian mulai berubah ketika ia bertemu Revan, seorang pemuda yang nampak jauh dan tak terjangkau, namun memiliki mata yang menyimpan ribuan cerita. Pertemuan mereka di sebuah malam penuh bintang mengubah segalanya. Kirana mulai melihat sisi lain Revan, sosok yang rapuh dan membutuhkan kehangatan, sementara Revan menemukan ketenangan dalam senyum Kirana yang tulus. Perlahan, mereka mulai menjalin kisah yang tak terduga, saling mengisi kekosongan dalam diri masing-masing. Penyakit Revan yang sering menyerang secara tiba-tiba menjadi tantangan terbesar bagi mereka berdua. Tak ada yang tahu betapa beratnya Revan menjalani hari-harinya. Suatu hari, Revan mengalami serangan jantung yang parah dan berada di ambang kematian. Kirana dihadapkan pada pilihan sulit bertahan di samping Revan atau merelakan kepergiannya. Dalam proses pencarian jati diri dan pergulatan dengan takdir, Kirana menemukan seorang kekasih baru yang memberinya harapan akan kehidupan yang lebih tenang. Namun, di saat ia mulai belajar untuk melepaskan...

More details
WpActionLinkContent Guidelines