DETAK
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 24, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
'Ini pertama kalinya aku merasakan jantungku berpacu dengan cepat, seakan mau copot saja. Padahal kan hanya melihat dia tersenyum, tapi seolah - olah aku lupa cara untuk bernafas. Apa mungkin aku menyukainya? Tidak, tidak mungkin. Dan kupastikan tidak akan terjadi' batinku kesal dengan hatiku yang tak bisa diajak kompromi. "Apa yang kau pikirkan? Kenapa mukamu jadi merona?" tanya lelaki yang sekarang sudah ada disampingku. 'Lihatlah, bahkan dia menyadari perubahan mimik mukaku. Padahal dari tadi dia jalan didepanku, bodohnya aku' aku merutuki diriku sendiri. "Tak ada, hanya kepanasan saja. Apakah cuaca bulan ini akan seperti ini terus?" tanyaku berusaha mengalihkan pembicaraan. "Aku tidak tahu, tapi kenapa aku tidak merasakan panas ataupun gerah ya? Apa karena aku dekat denganmu?" 'Apa karena aku dekat denganmu?' apa katanya? dia bilang apa? aku bahkan tak mendengarnya. Aku sibuk mendengar jantungku yang semakin berdebar - debar ini. Mungkinkah dia bisa mendengar detak jantungku? DETAK JANTUNGKU MEMBUATKU TAK PERNAH BISA BERPALING DARIMU....
All Rights Reserved
#36
wattpad2018
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paper Plane
  • Having You
  • Arsyilazka
  • Abu-abu [TAHAP REVISI]
  • KIARA [END]
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • Semu [Completed]
  • No Longer Mate
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING

Aku bertemu dia, laki-laki yang tiba-tiba mengetuk kepalaku lalu memberiku kertas pesawat dan sekotak susu coklat. Senyumnya membuatku tidak bisa melupakannya setelah turun dari pesawat. Lalu, secara tiba-tiba dia ada di sekolahku, masih dengan senyum yang sama dan dengan pesawat kertas yang membuatku tersenyum. Sejak itu, aku berharap banyak hal. Berharap dia menjadi milikku. Tapi tak semudah itu. Laki-laki itu terlewat menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines