Cahaya (Empat Sahabat Sejati)

Cahaya (Empat Sahabat Sejati)

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 31, 2018
WpInfo
Fiction
Fantasy
Namaku Lalia. Usia 12 tahun. Aku sama seperti kalian, teman kalian, saudara kalian, adik kalian, kakak kalian, dan sahabat kalian. Tapi ada satu hal yang ku rahasiakan yaitu aku mempunyai sihir elemen api, cahaya, dan suci. Tapi, yang paling mencolok adalah elemen api dan cahaya. Menceritakan tentang petualangan empat sahabat yaitu aku, Amira, Elisa, dan Wisnu. Aku elemen api dan cahaya, Amira elemen air, Elisa elemen petir, dan Wisnu elemen angin. Kami berempat berpetualang ke tempat yang menakjubkan.
All Rights Reserved
#391
dragon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • New World [REVISI]
  • Magia Academy [END]
  • 𝐃𝐞𝐥𝐞𝐬𝐭𝐫𝐚 𝐈𝐯𝐚𝐧𝐨𝐯𝐚 𝐚𝐧𝐝 𝐃𝐫𝐚𝐜𝐨 𝐌𝐚𝐥𝐟𝐨𝐲 [Tamat]
  • Heroin Of Emores 【END - TERBIT】
  • kazuchi No Kaze The Bond Beyond The Storm
  • Element : Elemental High School {END}[Dreame]
  • Necklace Crystal Magic [Slow Up]
  • MOBILE LEGENDS Five Heroes : Arc Moniyan Empire
  • The Immortality Crystal

Sequel Ventiones Academy **** Sebenarnya tidak ada yang aneh di hidupku. Hidupku berjalan seperti remaja usia empat belas tahun pada umumnya. Tetapi, seketika semuanya berubah. Iya, berubah. Tidak, bukan berubah dunianya yang berubah. Tapi, aku selalu dikejutkan dengan bisikan seorang lelaki yang begitu ... lembut? Dari nada bicaranya, sih dia seperti merindukanku, baiklah aku mulai ge'er sekarang, jadi lupakan. Kemudian, merasa diawasi setiap berada di luar rumah. Sampai akhirnya .... Aku bertemu seorang gadis yang kelihatannya seusiaku, dan dia mengaku bahwa aku adalah 'sahabat setianya'. Hahaha, 'sahabat setia'? Terdengar seperti 'babu setia' menurutku, upss. Tapi itu sungguhan. Lebih parahnya lagi, aku bisa mengeluarkan api dengan tanganku ketika aku sedang marah ataupun kesal. Waktu itu, hampir saja api ini membuat temanku terbakar. Beruntung aku langsung menjauh darinya. Sungguh mengerikan. Tapi, kenapa aku bisa mendapatkan hal aneh seperti ini? Kenapa aku bisa merasakan hal aneh seperti ini? Apa aku tidak normal? **** *Perhatian, banyak umpatan kasar di sini. Jadi dimohon untuk jangan menirunya di kehidupan sehari-hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines