Posesive boy And Me

Posesive boy And Me

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 24, 2018
"Jadi anak orang kaya itu gak selalu enak. Apalagi...kalo di jodoh-jodohin sama anak rekan bisnis Bonyok lo,yang blom tentu yang terbaik buat lo. Dan...banyak yang gak suka sama lo karna lo cantik dan berkepunyaan,musuh bonyok yang mau nyakitin lo biar bisnis bonyok lo gak ada penerus nya.. Jadi plis guys hidup kaya gak selamanya enak pasti di dalam kehidupan ada yang namanya suka dan duka,jadi blom tentu kebahagian lo itu uang.." "Gw mentari alaskandria anak kedua dari pemilik Alaska Group perusahaan yang bisa di temukan di 5 negara, korea,amerika,jepang,thailand,dan Indonesia dengan fungsi yang berbeda,banyak perusahaan lain yang iri dengan kejayaan Alaska group,itulah yang menjadi alasan mengapa mentari dan kakak nya tidak di kenalkan pada publik oleh orang tuanya,ada saat nya kedua orang tua mereka mengenalkan mereka pada publik." "Mentari alaskandria gadis berusia 16 tahun yang sangat berharap hidup nya dapat lebih baik lagi,dan menemukan cinta sejati nya yang akan membuat mentari lebih bahagia,sampai akhirnya mentari di pertemukan dengan Langit digantara. Akan kah kehidupan Mentari berubah jadi lebih baik lagi dengan datangnya Langit di kehidupan nya?,akan kah hubungan mereka sampai kejenjang yang lebih serius?,akan kah ada rintangan di hubungan mereka?".. Please Reading my story. Don't forget to Voment nya guys..
All Rights Reserved
#17
saingan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Ex or New? [REVISI]
  • BULAN (END)
  • Mutiara's Story
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Assalamualaikum Cinta
  • Epilog Tanpa Prolog
  • Aksara Lingga
  • Mentari  (END)

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines