We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Why me?

Why me?

  • WpView
    Reads 752
  • WpVote
    Votes 115
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 21, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Tidak ada yang lebih menyakitkan dari sekedar kehilangan. Memang benar. Tapi hal yang jauh lebih menyakitkan adalah ketika kehancuran yang tak kunjung hilang. Bukankah kehidupan mengandung hal yang nyata? Namun, khayalan kerap menjadi bagiannya. Bahkan mungkin menjadi peran utamanya. Tidak adakah hal yang lebih menarik dari menangis? Meratapi hidup atau bahkan menyerah dengan keadaan?. Why me? Mengapa harus saya yang merasakan semuanya? Bukankah ada beribu bahkan berjuta manusia didunia ini? Dan.... Why me? why am I chosen?
All Rights Reserved
#118
terkini
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Let Me Love You Longer
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • REVANO UNTUK REVA
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • Rasa Yang Hilang
  • Aleysha Please Don't Go!
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines