Dear Allah, why should him?

Dear Allah, why should him?

  • WpView
    Reads 5,790
  • WpVote
    Votes 176
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing1h 14m
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 11, 2019
WpInfo
Fiction
Social Themes
Sudah 8 tahun lamanya perasaan ini menetap dihatiku, dan aku tak bisa melakukan apapun untuk melupakannya apalagi melepaskannya, semakin kuat dan besar niatku melepaskan perasaan ini, semakin kuat juga ingatanku tentang kenangan yang pernah ada. Semuanya berawal sejak kelas 2 SMP, dimana pada saat itu perasaan ini mulai muncul dan ku kira hanya sesaat namun sampai sekarang tak kunjung hilang. Begitu bodoh, aku selalu memikirkan tentang dia sedangkan dia tidak perduli dengan keberadaanku atau masih bernapaskah aku? Takdir memang kejam, kenapa aku harus bertemu dengan dia??? Seseorang yang namanya sudah mengusik hati kecilku... Inilah kisah perjalanan cinta sekaligus hidupku, perkenalkan namaku Airin Nurfadilla dan nama panggilanku bermacam macam, jika kau ingin tau maka kau harus membaca cerita ini dari awal hingga akhir. dan perlu kalian ketahui aku sangat suka sekali coklat dan Anca.
All Rights Reserved
#3
keikhlasan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nyangga
  • Penghulu Bidadariku S2 : Aisyah Humaira
  • Seteguh Kasih Kita (C)
  • JAM PASIR
  • ADA SENJA DI TULUNGAGUNG (MILA)
  • DUNIA EKSPERIMEN
Nyangga

Kumpulan kisah-kisah dengan segala keberagaman yang tercipta karena ada, kalau gaada berganti ( ) eh apa ya... Memang agak aneh sih ini dibuat, tapi ini pernah terjadi dalam keseharian. Menarik sih, tapi bisa saja mengulur. Kan kalau lagi main layangan begitu. Eh apasih! Bersembunyi terkadang tanpa disadar, berada paling bawah, memberikan dampat diatasnya entah besar mau pun kecil. Yang jelas sesuat ini harus diciptakan, bisa di kotak-katik sesuai selera. Suatu alasan mengapa semua terjadi? Dan ada penyelesaian jawaban, lalu mencoba mendiami atau merombaknya. Pikirkan. Bukan begitu sekarang dinikmati untuk menuntut setiap tangga nada terucap pada garis tak beirama, tanpa atlas dunia. Rumah. Dari sini senantiasa mencoba menjadi penengah, meski terkadang salah juga. Habis melihat yang berdebat tak menimbulkan titik temu. Beruntung nya ada papan tiang yang menunjukan bahwa ada jalan bebas hambatan dari segala persoalan. Hadir dalam jeda, walaupun mungkin di antara atas dan bawah. Muncul dari ruang kecil. Menopang, sebelum itu terjadi di bagian paling bawah ada yang harus dikuatkan. Sebelum menggelar. Tapi kalau sudah terlanjur engga ada salahnya. Kan bisa di benahi, masih ada sapu, pel, serta pewangi kalau dicari atau ditunggu, mungkin. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines