WAKTU ITU ✅

WAKTU ITU ✅

  • WpView
    Reads 8,481
  • WpVote
    Votes 639
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 6, 2020
COMPLETED Waktu itu, kau dan aku adalah dua orang remaja yang dipertemukan tanpa sengaja, meja kantin menjadi saksi. Waktu itu, kau dan aku sama-sama menyusun cerita. Tawa, suka, canda dan perpisahan turut kita sisipkan pada kisah tanpa akhir tersebut. Waktu itu, kau dan aku kembali bertemu, pada musim dingin dibulan Desember, sudut jalan Fifth Avenue menjadi saksi. Waktu itu, kita sepakat untuk melanjutkan cerita, mengubah alur hingga aku tak bisa menyangkal sesuatu ; bahwa aku menyukaimu, lalu mencintaimu begitu saja. Waktu itu, aku menitipkan seluruh hatiku padamu, seutuhnya tanpa terkecuali. Begitu caraku mencintaimu, begitu dalam sampai tak ada ruang untuk bersedih karenamu. Aku tak bisa menebak apa yang sedang kurasakan saat ini jika 'waktu itu' tidak tercipta untuk kita. Lebih tepatnya, aku menolak untuk menebaknya. Jika ada kehidupan selanjutnya dan jalan cerita kita masih tetap sama, aku akan rela mengulangnya. Ku katakan dengan lantang sampai takdir mendengar. Rasa sakit itu tak seberapa, sungguh. Waktu itu, aku merindukanmu. Dan saat ini pun, kau masih harus bertanggung jawab atas rindu ini.
All Rights Reserved
#7
indonesianromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ILUNGA √
  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
  • Destiny [COMPLETED]
  • RANNA
  • Long Distance Relationship
  • BAGAIMANA MALAM INI? KAMU SUKA? [END]
  • Kopi Buat Bulanku
  • Trial & Error
  • Diksi Matahari ⛅ (TAMAT)

Budayakan: FOLLOW DAHULU SEBELUM MEMBACA [Sequel BESIDE ME] Katanya kalau sudah hancur, masih bisa diperbaiki. By the way, ini hati, bukan perabotan yang masih bisa diakali untuk bisa utuh kembali. Katanya kalau terlambat, masih bisa diulang lagi. By the way, jam dinding saja jalannya ke depan, tidak pernah mundur ke belakang. Jadi, lebih baik mereka berpisah saja atau kembali bersama? Lala dan Dirga yang dulu saling menyayangi dan mencintai kini harus berpisah dan melangkah di jalan mereka masing-masing. Tanpa kabar, tanpa saling sapa, dan saling melupakan. "Aku percaya, masih ada aku di hati kamu." "Hah?! Jangan bercanda." Lala menyesal ikut study banding ke Surabaya kalau nyatanya pergi ke sana membuatnya harus bertemu dengan Dirga. Lelaki yang bahkan saat ini terlihat bahagia tanpa dirinya. *** Copyright by Erisyakw

More details
WpActionLinkContent Guidelines