Untaian Si Bisu

Untaian Si Bisu

  • WpView
    Reads 226
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 21, 2022
~ . Ini bukan tentang aku dan kamu . Bukan tentang posisimu di hatiku . Bukan tentang dia yang mulai mampir di antara kita . Bukan pula tentang waktu yang mulai rancu ~ . Bukan ~ . Tapi ini tentang aku dan hatiku . Hatiku yang mungkin bimbang dan semakin ragu . Hatiku yang takut akan pilu . Dan hatiku yang terbayang akan kehilangan . Hatiku yang tak pernah bisa jujur ~ . Hay hati, apa kabar? ============================= Ini book selingan ya.. Beberapa puisi di sini ditulis beberapa taun lalu dan gak sengaja ketemu 😅 Maaf mengecewakan, Bahasanya memang acak dan tak bertema.. Semoga suka... 😊
All Rights Reserved
#445
putusasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • CERPEN (END)
  • DikaRanggi
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
  • Kitab Romancuk
  • Skenario Pematah Hati

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines