king bullying

king bullying

  • WpView
    Membaca 7,575
  • WpVote
    Vote 253
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Sep 14, 2020
"Haha, setelah lo buat gue ketakutan, terus dengan kata maaf lo itu bisa buat gue lupa sama kejadian tadi?" Kata tania sambil tersenyum hambar. "AWAS. GUE MAU PULANG" bentak tania sambil memberontak lagi. Tapi.. "CUP" Revan memcium kening tania lama, sehingga membuat tania yang tadinya memberontak langsung kicep. "Sekali lagi, maaf" kata revan sambil melepaskan pelukan nya dan pergi berjalan ke arah mobil Bmw hitam miliknya. "SIAL"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Reynand & Joya | END
  • feelings of love
  • My Perfect Happy Virus
  • IMELIA masa kecil  [COMPLETED]
  • No Longer Mate
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • AKSATA (SELESAI)
  • Rumah Tanpa Atap
  • ON SIGHT (Completed)

Follow sebelum baca yuk, untuk mengikuti ceritanya. #645 dalam TEEN FICTION-11/3/2018 #961 dalam TEEN FICTION-9/2/2018 "Kuda poni! Dasar jelek, sinting, kutu kupret, tai lo. Maju sini, gue telen lo hidup-hidup!" teriak Joya mengerahkan semua kekesalannya. Ia bersumpah serapah tanpa berpikir mengampuni orang yang sudah membuat hidupnya sengsara. "Nggak usah teriak-teriak, gue di sini." Suara orang tersebut berada di atas pohon dekat parkiran. Reflek, kedua gadis itu menengadah, menatap pemuda nakal yang nangkring di atas sana. "Turun lo!" perintah Joya seraya berkacak pinggang. "Mau apa? Mau cium gue, ya? Idih nakal." Pemuda itu malah membuat Joya semakin kesal. Ocehannya selalu saja ampuh membuat hari-hari gadis itu semakin runyam. "Najis. Mati aja lo, pengecut!" Joya masih kesal, sehingga kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu tidak terkontrol. "Kurang banyak sih, 'kan cuma kempes, nggak sampai penyok." Rutinitas nakalmu berujung terbiasa. Kalo pengen tau terutama Baca selengkapnya ya..... (Di larang mengutip atau menjiplak sebagian/keseluruhan cerita ini tanpa izin)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan