ALIFA
  • WpView
    Reads 529
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 29, 2019
Aku tak habis pikir dengan jalan pikiran ayahku. Ayahku selalu saja membuatku terus khawatir. Bagaimana tidak? Diusiaku saat ini, aku dipaksa untuk menikah dengan pria yang sama sekali tak ku kenal, pria yang tidak ku tahu asal usulnya. Ditambah lagi, aku belum siap untuk menikah diusia 16 tahun yang mana masa SMA ku saja belum berakhir. Aku ingin menikmati masa indah SMAku sama seperti teman-temanku yang lain. Menikmati masa-masa pulang terlambat karena mengerjakan tugas kelompok, menghabiskan masa SMA ku dengan berbagai proker-proker sekolah, menghabiskan waktu bersama ketiga sahabatku. - Alifa Adinda Khanza . . Samarinda, 26 November 2k18 Cerita ini belum selesai dan akan segera diselesaikan.
All Rights Reserved
#5
marriedyoung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Istri Atau Sarjana [Tamat]
  • My Destiny [✔️]
  • Meant To Be
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • philopobhia
  • The First, Not the Last
  • Everything Happens for a Reason
  • Shades of Blue
  • RE-SILIENCE (END)

___oOo___ Nama gue Anindya, kalian boleh manggil gue Anin. Di usia gue yang ke 20 tahun, orang tua gue memutuskan untuk menjodohkan gue dengan anak teman mereka yang bernama Aqil. Gue enggak ngerti kenapa gue dinikahin secepat itu, atau mungkin selama ini gue telah banyak membuat mereka kerepotan? Tentu saja gue menolak, gue enggak kenal sama dia. Dan gue masih belum mau diikat dengan pernikahan. Ada pendidikan yang gue kejar mati-matian. Gue masih punya cita-cita yang tinggi.Tapi gue enggak berdaya di hadapan mama dan papa. Mau tak mau gue mengikuti kemauan mereka untuk menikah. Sama seperti rumah tangga pada umunya, ada banyak kesulitan yang harus kami lalui. Mulai dari di awal pernikahan yang penuh dengan rasa tegang dan kecanggungan, keraguan dan rasa takut. Semua ini sukses membuat kepala gue hampir pecah. Gue udah dipusingin sama tugas yang seperti bebatuan sungai, makin dibuat pusing dengan urusan suami dan tetek bengek rumah tangga sebagaimana ibu rumah tangga di luar sana. Dulu, gue sering bilang sama temen gue, kalau nikah Jadi mahasiswi sekaligus Istri itu berat! Dan ... benar. Kalian enggak akan kuat. Biar gue aja. ___oOo___ #1 dalam sastra wanita Tersedia di KBM, versi KBM beda ya gaes dengan versi wattpad, bedanya di sana lebih detail sebab ada banyak tambahan narasinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines