Stranger Love

Stranger Love

  • WpView
    Reads 369
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 18, 2019
"i love you" kata Rasya tiba-tiba dan mengagetkanku karena tidak seperti Rasya biasanya, mata kami bertemu dan dia akan menciumku "ahhh, kau berbohong. Kau juga terlambat menyadari itu" jawabku sambil menutup wajah dengan selimut Rasya membuka selimut "hei lihat aku, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Bayangkan saja jika dulu aku tidak disana, kau pasti sudah mati bunuh diri" "iya sayang maafkan aku, aku juga mencintaimu" kataku sambil menatap mata Rasya. Namaku Dara Dialdeera, istri seorang pengusaha. Sebelum menikah dengannya, kisah cintaku sangatlah unik. Bisa dibilang rumit. Ini kisahku menuju pelabuhan terakhirku, Rasya. Seorang teman yang terbilang seperti figuran dalam hidupku. Tidak dianggap, dan muncul ketika dibutuhkan saja.
All Rights Reserved
#699
flashback
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hate Me Past, Not Now
  • Cowok cuek dan Cewek jutek (SELESAI) [PROSES REVISI]
  • Aisyah(TAHAP REVISI)
  • AURORA
  • Fierce Love
  • BASTARA DARA (SEASON II)
  • Aksa-Dara [SELESAI]
  • Dyara Dan Kisahnya [End]
  • She is Dara
  • Rekal Rara [END]

Kegilaan ini terjadi begitu saja, saat keluarganya memaksa Lara pulang untuk mengeklaim warisan yang di tinggalkan oleh orang tuanya karena meninggal akibat kecelakaan. Itu semua di luar prediksi, teman Lara pun kaget Karena wanita itu malah berpesta liar di bar bahkan sebelum seminggu kematian orang tuanya. "Lo bener-bener gila!" Lara, "I'am." "Lo kesini cuman ngambil warisan, dan lo gak keliatan berduka. Gak usah jauh-jauh berduka, lo bahkan gak repot ngedrama sedih di pemakaman. Lo--ah! Ini bikin branding lo jelek dimata semua orang," "Gue bukan owner skincare!" "Out of the topic, bitch!" "I don't fucking care, pusing amat mikir reputasi. Gimanapun gue, gak ngaruh juga, they still hate me. Jadi percuma pencitraan, yang ada rugi tenaga gue!" "Durhaka banget jadi anak, gitu juga orang tua lo!" Lara tidak peduli, kembali meminum sloki di tangannya, "Anak mereka 'Dia' doang, sejak kapan gue jadi anak. Jadi, stop gue gak mau bahas apapun lagi, it's time to party!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines