Njoto, peniup saksofon ditengah prahara

Njoto, peniup saksofon ditengah prahara

  • WpView
    Reads 1,232
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 25, 2018
ia berbeda dari orang komunis pada umumnya. Ia necis dan piawai bermain biola dan saksofon. Ia menikmati musik simfoni, menonton teater, dan menulis puisi yang tak melulu "pro-rakyat" dan menggelorakan "semangat perjuangan". Ia menghapus The Old Man and the Sea-film yang diangkat dari novel Ernest Hemingway-dari daftar film Barat yang diharamkan Partai Komunis Indonesia. Ia menghayati Marxisme dan Leninisme, tapi tak menganggap yang "kapitalis" harus selalu dimusuhi. Ia adalah Njoto-yang namanya nyaris tak menyimpan pesona. Ia sisi lain dari sejarah Gerakan 30 September 1965. Kecuali buku-buku Orde Baru yang menyebut semua anggota PKI terlibat G30S, kebanyakan sejarawan tak menemukan keterlibatan Njoto dalam aksi revolusioner itu. Njoto memang tak lagi berada di lingkaran dalam Ketua PKI Dipa Nusantara Aidit menjelang kemelut 1965. Ia disingkirkan akibat terlalu dekat dengan Soekarno. Tapi sejarah "resmi" 1965 menunjukkan tak ada orang komunis yang "setengah berdosa" dan "berdosa penuh". Di mata tentara, sang pemenang pertarungan, hanya ada komunis atau bukan komunis. Karena itu, sang pendosa harus ditumpas kelor. Njoto salah satunya. Ia diculik, hilang, dan tak kembali hingga kini. Jejak kematiannya tak terlacak. Menulis Njoto, setelah 44 tahun tragedi 1965, adalah ikhtiar untuk tak terseret logika tumpas kelor itu. PKI bukanlah sebuah entitas yang utuh. Sejarah selalu menyimpan orang yang berbeda. Njoto salah satunya.
All Rights Reserved
#35
komunis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Araleya: Titik Temu Semesta
  • Obrolan Warkop Republik Konoha
  • Me, the Adjutant's Lover (Pindah ke Karyakarsa)
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • Megahybrid - Bozhe Lenina (Telah terbit di LovRinz)
  • TRAUMA I : PADAM YANG MELAHIRKAN DENDAM
  • Di Balik Seragam Ayah
  • [3] Awakened Multi Talented Goodes is Doted
  • Nusantara: Renaissansi Kejayaan

Lari dari rumah bukanlah pelarian, melainkan pencarian. Bagi Ara Pramesti Sasmita, menjadi bungsu dari keluarga terpandang tak membuat hidupnya mudah. Dicap keras kepala, dibayang-bayangi kembaran yang sempurna, dan ditinggalkan pilihan: tunduk atau menghilang. Maka ia memilih pergi menjadi cleaning service di kota asing, jauh dari sorotan keluarganya. Tapi hidup tak pernah diam. Pertemuan tak sengaja dengan Raka Aarjuna Wwiratama, pria dingin yang menyimpan luka lama, membawa Ara kembali ke pusaran masa lalu. Dan di saat semesta mulai mempertemukan mereka dalam proyek lintas fakultas, rahasia-rahasia lama perlahan terkuak tentang cinta yang gagal, keluarga yang retak, dan masa lalu yang belum benar-benar pergi. Dari meja sketsa arsitektur hingga rooftop penuh kucing liar, dari nasi goreng tengah malam hingga pameran seni yang menyimpan potret hantu masa lalu, Ara belajar tentang keberanian untuk memaafkan, dan kekuatan untuk tetap menjadi dirinya sendiri. Tapi, saat masa lalu kembali dalam wujud nyata, akankah Ara tetap bertahan di jalan yang ia pilih? Ataukah semesta akan memaksanya kembali ke rumah yang pernah ia tinggalkan? ⚠️HATI HATI KONTEN 21+ JADILAH PEMBACA YANG BIJAK

More details
WpActionLinkContent Guidelines