A PROMISE

A PROMISE

  • WpView
    Reads 536
  • WpVote
    Votes 237
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 9, 2020
"Jadi pacar saya"ucap Serkan "Ga mau gue bilang!" balas Alana sambil berjalan menjauh dari Serkan, Namun Serkan mengejar dan menarik pergelangan tangan Alana dan mendorong nya ke tembok. Serkan melangkah lebih dekat dan meletakkan tangan nya disamping kepala Alana. "Saya ga butuh izin tapi saya maksa kamu" ucap Serkan. Sementara Alana, mengerjapkan matanya dengan nafas tertahan. Ia menatap Serkan seperti predator yang siap memakan nya saat itu juga. Berawal dari Hujan berakhir dengan cinta. Tapi memiliki bukan bagian nya. A PROMISE
All Rights Reserved
#806
alana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After J (Complete)
  • Strawberry Cloud [End]
  • Stay (Away)
  • BUKAN ADIK KELAS (TAMAT)
  • UNDER THE NIGHT'S EMBRACE || ON GOING ||
  • DRABIA [END]
  • Cuaca
  • Lelah Dilatih Rasa [END]

Note: mengandung kata kata kasar dan adegan yang cukup kasar juga. "Masih cantik juga Lo, tidur berapa tahun? Huh?" Tanyanya, lagi-lagi Jingga menghardik tangan cowok itu. Mata Jingga tertuju kebelakang tribun dimana masih ada Alfa yang tengah meninju seorang cowok berkacamata, Jingga tak kenal cowok berkacamata itu, mungkin dia berbuat masalah dengan dua iblis itu. "Gue ngomong sama elo! Liat gue!" Bentak Juna. Sontak, Jingga langsung menatap Juna dengan nafas yang mulai memburu. Lagi, Juna tersenyum miring lalu berdecak "Bangun!" Perintahnya sebari ia bangkit dari jongkoknya. Jingga meremas pinggiran roknya takut tanpa mau menuruti perintah Juna, membuat cowok tuh bertambah marah "Bangun anjing!" Bentak Juna. Gadis mungil itu perlahan bangkit, belum tegak ia berdiri sebuah tangan milik Juna mencekik lehernya membuat oksigen yang masuk maupun akan keluar begitu sesak. Jingga memukul-mukul lengan Juna dengan kedua tangannya "Kak, le-pa-sin" ucap Jingga susah payah. Bukannya melepaskan, Juna malah mengunakan kedua tangannya untuk mencekik leher Jingga membuat gadis itu bertambah lemas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines