Believe
  • WpView
    LECTURES 345
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Chapitres 12
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., déc. 11, 2018
Apakah kamu percaya bahwa kamu akan baik saja dalam pelukan waktu? Ia terus menuntunmu tanpa dipegangi, seperti anak kecil yang berjalan oleng ke kanan kiri, untuk mengarungi samudra yang tak kau ketahui dalamnya, melalui gurun pasir yang tak kau ketahui lebarnya, dan melewati badai yang datang tanpa berita. Apakah kau 'kan baik saja? Ketika "kau" adalah "aku", maka aku tak tahu jawabannya. Hanya percaya, bahwa waktu akan mendewasakan dan menyembuhkan luka. Ini adalah sebuah cerita yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang kuudarakan pada semesta lalu kembali padaku untuk kujawab sendiri bersama bimbingan waktu.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • AYAH
  • Behind After
  • Hujan di Hari itu
  • Hikayat : Tetes Embun Jatuh di atas Sajadah (Book)
  • Kutinggalkan dia karena Dia
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • "MINE" [ JIMIN BTS FF]

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu