Pelukan Senja

Pelukan Senja

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 26, 2018
Tiupan angin membawa entah kemana angannya melayang. Saat ini pun ia tak tahu pasti apa yang sedang dirasakannya. Yang jelas, di tempat ini ia pernah menuai ceritanya. Cerita yang membuatnya hampir tiga tahun berusaha melupakan. Ngiingg..dwarr.. suara kembang api membuyarkan lamunan Alea. Perlahan ia menyeka air mata yang entah sejak kapan berada di pipi nya yang kemerahmudaan. Bahkan ia sendiri tak menyadarinya. Alea mendongakkan kepalanya ke langit. Banyak kembang api bermekaran disana. Sangat indah. Dialihkan pandangannya ke bawah sana, banyak teman-teman Alea sedang menikmati pemandangan yang sama. Ada juga yang tengah asyik berbincang satu sama lain. Mereka tampak sangat menikmati acara ini. Sementara sejak tadi Alea lebih memilih untuk berada disana. Di balkon lantai dua gedung lama sekolahnya. Sekolah yang hampir tiga tahun ia tinggalkan. Waktu yang cukup lama untuk sebuah perpisahan, tapi itulah waktu yang sama dengan yang telah ia habiskan di sekolah itu sejak kelas sepuluh hingga lulus. Tentu saja masa itu adalah masa-masa yang menyenangkan. Persahabatan, kisah cinta, dan banyak juga hal-hal lain yang menjadi bumbu pemanis di masa itu. Kisah yang rumit.
All Rights Reserved
#551
brokenheart
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • DeaSea
  • Jejak Waktu [Complete]
  • Remember?
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • ALFA [selesai]
  • No Longer Mate
  • About feelings   (selesai)

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines